Showing posts with label Seputar Berita. Show all posts
Showing posts with label Seputar Berita. Show all posts

Wednesday, April 29, 2009

Hati-hati, Dinginnya AC Bisa Bikin Gemuk!


Daripada berhadapan dengan cuaca panas memang lebih enak diam di ruangan dengan penyejuk ruangan alias AC. Tapi hati-hati, penelitian terbaru menyatakan AC dianggap berpotensi membuat tubuh lebih gemuk. Waduh!

Dugaan ini disampaikan oleh the Clinical Nutrition Research Center at the University of Alabama in Birmingham. Dilansir ABC, Selasa (11/7/2006), mesin pengatur suhu, baik itu pemanas maupun penyejuk ruangan bisa menjadi salah satu penyebab obesitas alias kegemukan yang berlebihan pada seseorang.

Secara umum sistem kerja alat pengatur suhu menyesuaikan panas atau dingin ruangan sesuai dengan yang dikehendaki penggunanya. Dengan adanya bantuan alat, tubuh akan berada di "The Thermoneutral Zone," yaitu suatu rentang suhu ketika tubuh tak lagi perlu mengeluarkan energi untuk beradaptasi dengan suhu ruangan.

Jika tak ada penyejuk atau pemanas ruangan tubuh harus bekerja ekstra. Untuk beradaptasi dengan suhu, tubuh mengeluarkan energi cadangan yang tersimpan di dalam tubuh, misalnya lemak. Dengan bantuan AC dan pemanas ruangan, tubuh tak perlu mengeluarkan tenaga ekstra dan sisa lemak yang tersimpan, tetap aman pada tempatnya.

Namun obesitas tentu tak sepenuhnya disebabkan oleh AC semata. Pola makan yang tak sehat, kebiasaan merokok, konsumsi obat-obatan tertentu, kurang tidur, dan beberapa faktor lain juga ikut mendukung

Untuk menghindari atau mengatasi obesitas, tentu seseorang harus belajar hidup sehat. Tapi, ketika seseorang mencoba untuk hidup sehat, tantangan menghadapi masalah berat badan justru semakin bertambah. Contohnya pada orang yang berhenti merokok.
Seseorang yang berhenti merokok, biasanya mencari kegiatan lain sebagai pengalih perhatian. Salah satu kegiatan favorit yang dipilih untuk pengalih perhatian tentu bukan berolahraga, tapi ngemil alias menyantap kudapan yang umumnya berkalori tinggi.

Kembali soal penyejuk ruangan, Darwin Deen, profesor di Universitas Pengobatan Albert Einstein membantah asumsi yang diajukan oleh the Clinical Nutrition Research Center at the University of Alabama tersebut. Menurutnya, suhu ruangan tak ada hubungannya dengan naik turun berat badan.

"Banyak orang bisa tetap langsing dalam iklim yang berbeda-beda. Sepertinya AC tidak terlalu banyak berpengaruh," tambah Terrill Bravender.

Kalori yang berlebihan serta intensitas aktivitas fisik masih menjadi penentu utama masalah berat badan seseorang. Tapi, tak ada salahnya untuk tetap memulai kebiasaan hidup sehat dan tak banyak bergantung pada mesin-mesin yang memanjakan tubuh.
baca selengkapnya...

Tuesday, April 28, 2009

Hindari Menunda Pekerjaan! (bagian 2)

Kekhawatiran untuk berbuat sesempurna mungkin akan mencegah mereka untuk menyelesaikan semuanya tepat waktu. Tidak hanya itu, perasaan "saya tidak mampu" juga bisa menyebabkan penundaan. Remaja yang merasa dirinya tak mampu mengerjakan suatu tugas seringkali percaya bahwa mereka akan gagal sehingga menghindari pekerjaan itu, karena toh "saya akan gagal juga pada akhirnya, jadi sama saja." Terakhir, rasa takut akan perasaan tak nyaman yang diakibatkan oleh tugas-tugas tertentu yang dianggap merepotkan atau sedikit "menakutkan" (misalnya mewawancarai seseorang yang jauh lebih tua) bisa menyebabkan penundaan. Tapi pada akhirnya, semakin lama ditunda, semakin merasa tak nyamanlah ia.

Nah, penyebab kedua adalah pola perilaku kita. Memulai suatu tugas yang dianggap sulit mungkin terlihat tidak mungkin. Jika itu terjadi berulang kali, maka penundaan pun menjadi seperti hal yang hampir tak mungkin dihindari. Sekali kita terbiasa menunda pekerjaan, maka akan sulit sekali melepaskan diri dari perilaku tersebut. Kita mungkin bahkan merasa lebih "nyaman" untuk mempertahankan sikap itu karena tidak mau berganti kebiasaan.

Tapi jangan khawatir..jika ada kemauan, pasti ada jalan, bukan ? Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika kamu punya kebiasaan menunda pekerjaan :
• Berpikirlah secara positif. Motivasikan dirimu dengan berpikir : "Tidak ada waktu lagi seperti sekarang,", "Lebih cepat saya menyelesaikannya, lebih cepat pula saya bersenang-senang", "Lebih mudah jika saya melakukannya sekarang daripada menunggu keadaan memburuk."
• Jangan langsung ambil kesimpulan kamu akan gagal. Berpikir bahwa kamu tidak bisa mengerjakan apapun juga hanya akan menghambatmu. Sadarilah bahwa perkiraan-perkiraan negatifmu itu bukanlah fakta. Fokuskan dirimu pada yang sekarang saja.
• Buatlah tujuan yang jelas. Pikirkan apa yang kamu inginkan dan apa-apa saja yang harus dilakukan secara spesifik. Misalnya kamu ada deadline membuat makalah, buatlah jadwal dengan tujuan-tujuan realistis pada tiap langkahnya, misalnya mulai dari ke perpustakaan, riset bahan, fotokopi, membuat draft, mengetik, sampai menyelesaikannya.
• Buatlah prioritas. Tulislah di selembar kertas hal-hal yang harus dilakukan dengan skala prioritas dari yang paling penting sampai yang paling tidak penting. Semakin dekat deadline-nya, semakin tinggi skalanya. Kerjakanlah semuanya berurutan, karena kalau tidak, daftar itu menjadi sia-sia.
Bagilah tugas-tugas yang berat atau kurang menyenangkan menjadi beberapa bagian. Kamu akan merasa lebih nyaman jika melakukannya satu per satu.
• Jadilah orang yang terorganisir. Pastikan semua hal yang kamu butuhkan untuk mengerjakan tugas sudah siap ketika kamu mulai mengerjakannya. Punya organizer juga akan sangat membantu. Gunakan "pengingat". Baik dengan organizer elektronik yang ada alarm-nya, HP yang ada reminder-nya, atau berbagai catatan kecil yang kamu bisa taruh di cermin, dinding, pintu, dashboard mobil, kulkas, dan tempat-tempat lain yang pasti kamu lihat setiap hari. Semakin sering kita ingat, maka akan kita akan semakin "patuh" pada rencana yang sudah dibuat.
• Terakhir, berilah hadiah pada dirimu sendiri ketika kamu telah selesai mengerjakan tugasmu, atau bagian dari tugasmu. Perayaan punya efek yang kuat untuk mengembangkan sikap "lakukan itu sekarang." Tersenyumlah dan biarkan dirimu menikmati selesainya pekerjaanmu. Jangan menganggap satu langkah itu hal yang remeh. Ingat, kamu telah makin dekat pada tahap akhir. Jadi, apalagi yang kamu tunggu? Bekerjalah sekarang juga!

[Klik disini untuk kembali ke bagian 1...]
baca selengkapnya...

Hindari Menunda Pekerjaan! (bagian 1)

Penundaan melakukan suatu pekerjaan adalah hal yang sudah mewabah ke setiap orang tanpa kecuali. Bahkan bagi beberapa orang, hal ini sudah menjadi masalah kronis. Tapi bagaimanapun juga, hasilnya tetap sama: waktu yang terbuang, kesempatan yang hilang, prestasi buruk, kepercayaan diri rendah dan stress yang meningkat.

Menunda pekerjaan adalah membiarkan tugas-tugas yang tidak menjadi prioritas "menggantikan" tugas-tugas yang seharusnya jadi prioritas. Misalnya saja sibuk telpon-telpon berjam-jam dengan teman atau pacar, padahal tahu kalau besok ada PR yang harus segera diselesaikan. Atau menonton TV padahal ada tugas rumah yang harus dikerjakan.

Kita semua nampaknya oke-oke saja kalau mengerjakan pekerjaan yang kita sukai. Tapi kalau dihadapkan ke pekerjaan yang dianggap sulit, merepotkan, dan semacamnya, kita bisa malah menunda pekerjaan itu. Kita selalu punya "cara" untuk membodohi diri kita sendiri. Berikut ini adalah alasan-alasan yang biasa dikeluarkan :
• "Saya akan menunggu sampai mood saya muncul untuk mengerjakan itu"
• "Ah tidak apa-apa menyimpang sedikit hari ini, toh besok tidak lagi"
• "Masih ada banyak waktu untuk menyelesaikannya."
• "Mengapa sih saya harus mengerjakan tugas sebanyak ini? Ini tidak adil."
• "Wah susah nih! Saya tidak tahu mulainya bagaimana."
• "Saya bekerja lebih baik di bawah tekanan (dekat deadline), jadi tidak perlu mengerjakannya sekarang."
• "Masih banyak pekerjaan lainnya yang harus dikerjakan lebih dulu."

Jika dikatakan ke orang lain, alasan-alasan di atas memang tidak meyakinkan, tapi sebaliknya, jika kita mengatakannya ke diri kita sendiri, maka kita lama-lama bisa "percaya" dengan kebohongan itu sendiri.

Penundaan adalah kebiasaan yang buruk. Kita semua tahu hal itu. Ada 2 penyebabnya, yang pertama adalah pemikiran negatif yang di pikiran kita untuk menjustifikasi penundaan tersebut. Sedangkan penyebab yang kedua akan pola perilaku kita sendiri.

Jika dilihat lebih dekat, pemikiran negatif tersebut mencakup 3 isu dalam "taktik" penundaan : perfeksionisme, ketidakmampuan, dan rasa tidak nyaman. Remaja yang percaya bahwa mereka harus melakukan pekerjaan yang sempurna mungkin menunggu sampai semua sumber daya tersedia, atau secara terus menerus hanya menfokuskan diri pada menulis draft berulang kali.

Nah, penyebab kedua adalah pola perilaku kita.
[Klik disini untuk lanjut ke bagian 2...]
baca selengkapnya...

Gosip Mampu Buat Orang Lebih Sehat

Ternyata kegiatan ngegosip atau membicarakan orang lain bukanlah kegiatan tanpa manfaat. Sebuah studi membuktikan hidup seseorang akan lebih sehat jika dibumbui dengan gosip.

Adalah Jennifer Bosson PhD dan rekan-rekannya yang melakukan penelitian ini sejak ia masih berkerja di departemen psikologi Universitas Oklahoma. Dari penelitian ini Jennifer dan timnya malah menemukan banyak sekali pengaruh positif yang bisa diperoleh dari gosip.

Kebanyakan orang bersosialisasi dengan pembahasan yang tengah hangat dibicarakan. Dengan ini interaksi seseorang terhadap yang lainnya jadi meningkat. Bahkan seorang yang tak dikenal pun bisa menjadi lawan interaksinya dengan bebas. Apalagi topik yang dibicarakan diketahui secara luar oleh khalayak. Misalnya gosip orang kenamaan atau selebritis.

Gosip bisa juga dikatakan sebagai kegiatan ngomongin orang. Karena biasanya objek pembicaraan tak ada ditengah-tengah percakapan. Untuk mendapatkan hasil yang konkret, para pakar ini pun melakukan tiga kali penelitian.

Penelitian pertama, 30 orang mengindetifikasi orang yang biasanya digosipkan adalah orang terdekat mereka. Hanya dengan menyebutkan inisial nama saja, percakapan gosip ini bisa berlangsung dengan seru.

Dari penelitian ini pengaruh negatif cenderung lebih besar dibandingkan hal-hal positifnya. Padahal mereka sendiri tak menyadari bahwa membicarakan orang itu buruk akibatnya.

Penelitian kedua melibatkan 88 orang pelajar. Penelitian kedua pun menunjukkan hasil yang hampir sama dengan penelitian pertama. Namun rupanya dari penelitian kedua ini banyak pelajar yang mengaku mendapatkan banyak teman baru dari bahan gosip yang diketengahkan. Bukankah itu hasil yang positif?

[sumber: detikHot]
baca selengkapnya...

Sunday, March 15, 2009

Cara Mencegah Kanker - Tahap 2

TUMOR MARKER

Tumor marker adalah senyawa protein, antigen atau hormon yang dapat dideteksi peningkatannya di dalam darah, urin, atau jaringan tubuh seseorang yang mengidap suatu jenis kanker. Tumor marker dapat berasal dari jaringan kanker itu sendiri atau dari jaringan tubuh pasien, sebagai bentuk respon terhadap jaringan kanker. Tes tumor marker dilakukan dengan mengambil sampel darah, urin atau jaringan tubuh pasien. Sampel kemudian dikirim ke laboratorium untuk dilakukan beberapa pemeriksaan.

Tumor marker dapat digunakan untuk tujuan :

1. Skrining atau deteksi dini terhadap kanker
2. Alat diagnostik terhadap kanker dan jenis kanker
3. Memperkirakan prognosis dari penderita kanker
4. Monitor tingkat keberhasilan terapi kanker (seperti operasi, radiasi atau kemoterapi)
5. Deteksi kekambuhan kanker

Sesuai dengan tujuannya maka pemeriksaan tumor marker dapat dilakukan pada saat penetapan diagnosa, sebelum, selama atau sesudah terapi dan dilakukan secara berkala untuk mendeteksi adanya kekambuhan.

Tumor marker yang berbeda ditemukan pada jenis kanker yang berbeda dan peningkatan nilai suatu jenis tumor marker dapat ditemukan pada lebih dari satu jenis kanker. Tidak semua kanker dapat menyebabkan peningkatan nilai tumor marker terutama pada stadium awal, namun kadang kala dapat ditemukan peningkatan nilai tumor marker pada pasien yang tidak mengidap kanker. Karena sifatnya yang kurang sensitif dan spesifik, tes tumor marker harus disertai dengan pemeriksaan penunjang lainnya (seperti x-ray).

[klik disini untuk melihat tabel tumor marker]
baca selengkapnya...

Tuesday, March 03, 2009

Terapi Terhadap Tumor Tiroid

Tumor tiroid merupakan penyakit yang sering ditemukan, pada umumnya berupa tumor jinak, sebagian kecil berupa karsinoma, jarang sekali dijumpai sarkoma. Dari penduduk Amerika Serikat, sekitar 3% dengan perabaan dapat ditemukan nodul soliter kelenjar tiroid.

Kesulitan terbesar dalam menangani nodul tiroid adalah dalam memastikan ada tidaknya karsinoma di dalamnya. Ada yang telah mengumpulkan data sampel tiroid dari hasil otopsi 1116 kasus dari Jepang, Kanada, Polandia, Kolombia dan Hawaii, ditemukan adanya kanker tersembunyi pada 5,6-28,4% kasus, yang tertinggi di Jepang.

Bagaimana membedakan sifat jinak dan ganas dari nodul tiroid? Beberapa hal berikut dapat membantu membedakannya.

1. Usia muda lebih sering menderita keganasan dibandingkan orang dewasa. Dari nodul soliter tiroid pada kelompok usia kurang dari 15 tahun, 10-50% adalah ganas. Keseluruhnya berupa karsinoma tiroid berdiferensiasi relatif baik. Tapi pada kelompok usia di atas 60 tahun, kemungkinan kanker juga lebih besar, terutama berupa karsinoma tidak berdiferensiasi dengan derajat keganasan tinggi. Kemungkinan wanita menderita karsinoma papiler tiroid lebih besar sekitar 1 kali lipat dibanding pria.

2. Nodul tiroid dengan konsistensi condong keras, tidak terasa adanya kapsul, kemungkinan kanker besar; jika konsistensi seperti tulang, mungkin terdapat kalsifikasi, kemungkinan jinak ataupun ganas masih terbuka; konsistensi sedang, berbatas tegas umumnya tumor jinak, tapi kadang kala sulit dibedakan dari karsinoma folikular tiroid stadium dini; tumor kistik umumnya bersifat jinak, tapi juga mungkin juga karsinoma folikular tiroid mengalami perubahan kistik.

3. Skening radioisotop tiroid: dengan iodium-131 atau teknesium-99m dapat menampilkan citra kelenjar tiroid. Dari citra skening itu, nodul tiroid dapat tampak sebagai: (1) nodul panas, yaitu daerah nodul memiliki radiasi lebih tinggi dari jaringan normal sekitarnya, ini dapat terjadi pada lesi jinak (adenoma folikular) ataupun ganas (adenokarsinoma folikular); (2) nodul hangat: intensitas daerah nodul menyerupai jaringan normal sekitarnya, terutama terjadi pada lesi jinak tiroid; (3) nodul dingin: radiasi daerah nodul jelas lebih rendah, sering terjadi pada karsinoma tiroid tidak berdiferensiasi, karsinoma medular, dll. Dari nodul dingin 54% adalah keganasan.

4. USG: pemeriksaan ini dapat menentukan bentuk, ukuran dan jumlah nodul tiroid, dan yang lebih penting menentukan sifatnya kistik atau padat. Jika sifatnya padat, harus diwaspadai kemungkinan karsinoma tipe folikular, karsinoma medular dan karsinoma tidak berdiferensiasi.

5. Pemeriksaan sitologi dari biopsi jarum halus: di bawah panduan USG, tumor tiroid dipungsi dan diaspirasi dengan jarum halus untuk mendapatkan selnya, pada 90% lebih kasus diagnosis dapat ditegakkan. Tapi jika tidak ditemukan sel ganas, tidak dapat menyingkirkan total karsinoma tiroid, karena lesi dapat bersifat fokal, bila perlu pungsi dan pulasan sitologi harus diulang.
Meskipun terdapat berbagai metode membedakan tumor jinak dan ganas tiroid, tapi misdiagnosis tidak jarang terjadi. Ada kalanya secara klinis didiagnosis sebagai adenoma soliter, namun dalam operasi ditemukan nodul multipel dan terdapat kanker. Oleh sebab itu dewasa ini dianjurkan, setiap nodul tiroid pada dasarnya harus dioperasi, dengan lobektomi tiroid, bukan ekstirpasi nodul saja. Dalam operasi dilakukan potong beku, jika terbukti berupa kanker tiroid berdiferensiasi baik, cukup mengeksplorasi ada tidaknya limfadenopati servikal, lalu operasi dapat ditutup. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan berkala, tidak akan menyebabkan kanker menyebar. Jika ditemukan limfadenopati, harus dilakukan pengangkatan kelenjar limfe.
Setiap pasien yang menjalani tiroidektomi karena kanker tiroid harus mengonsumsi hormon tiroksin seumur hidup. Hal ini adalah untuk memenuhi defisiensi hormon tiroksin tubuh, di samping itu dengan menekan pelepasan hormon TSH dari kelenjar hipofisis akan mencegah kekambuhan kanker tiroid. Obat yang biasa dipakai adalah natrium L-tiroksin, setiap kali 100-150ug peroral.

[source: Fuda Cancer Hospital Guangzhou]
baca selengkapnya...

Sunday, March 16, 2008

Lung Cancer, A Serious Problem!!!

A SERIOUS PROBLEM

Lung cancer kills more men and women than any other form of cancer. It is estimated that by the year 2000, over three hundred thousand people will die from lung cancer in the United States alone. The economic loss is calculated to be over two billion dollars a year.
Most lung cancers begin to grow silently, without any symptoms. Patients with lung cancer often do not develop symptoms until the cancer is in an advanced stage. The actual time from when one cell becomes cancerous until it is large enough to be diagnosed or produce symptoms may take as long as 10 to 40 years. Since the majority of lung cancer is diagnosed at a relatively late stage, only 10% of all lung cancer patients are ultimately cured. If the patient cannot be cured by surgery at the time the cancer is found, there is a 50% chance that death will occur in less than one year.

WHAT ARE CAUSES OF LUNG CANCER?

Smoking: 90% of patients with lung cancer have a smoking history. There is a direct relationship between amount of tobacco exposure and risk for developing lung cancer. Stopping smoking is associated with a gradual decrease in risk, but an appreciable diminution of riskoccurs only after a long period of time(more than 6 months).
Occupational and atmospheric pollution: Exposure to agents such as arsenic, asbestos, beryllium, chloromethylethers, mustard gas and radiation has been linked with development of lung cancer.
Inhalation of combustion byproducts: In Asians, the population of cases attributable to active smoking may not be as high. The rate of deaths from smoking-related lung cancer has been reported to be as low as 6% among Asian women, however, an additional lung cancer risk unrelated to smoking has been observed among Chinese women. No smoking risk factors in these patients include inhalation of combustion byproducts from cooking, heating stoves, and oil furnaces.
The risk of lung cancer is greater for those living in urban areas. This risk is approximately 1.2 to 2.3 times that of people living in rural areas. There is also an increased risk of lung cancer in smokers whose close relatives have had lung cancer. Scarring in the lungs from previous infections or injury can be associated with and increased risk of cancer.

WHAT ARE TYPES OF LUNG CANCER?

Lung cancers are broadly classified into small cell or non-small cell. Non-small cell cancers are further divided into adenocarcinomas, bronchoalveolar-alveolar, squamous cell and large cell carcinomas. Approximately, 75-85 percent of lung cancers are non-small cell cancers and 15-25 percent are small cell cancers of the lung.

Non-Small Cell Cancer of the Lung

Adenocarcinoma is the most common non-small cell cancer of the lung. The majority of these cancers develop in the periphery (outer part) of the lung. Since these cancers are in the outer portion of the lung, the patient often does not have any symptoms when the cancer is found on a chest x-ray. Adenocarcinomas tend to metastasize (spread to other parts of the body) to the bone, the central nervous system (the brain and spinal cord), the adrenal glands, the liver, and the opposite lung.
Frequently, there is scarring in adenocarcinomas. Sometimes, the cancer arises in an area of old scarring of the lung. In other cases, the scar appears to arise secondary to the growth of the cancer.
Bronchoalveolar carcinoma or alveolar cell carcinoma is a non-small cell carcinoma that can be found throughout the respiratory tract. When it is discovered as a single mass on a patient's x-ray, this type of lung cancer has an excellent prognosis. Five year survival after surgery is in the 75-90 percent range. If, however, it is found in its diffuse form (meaning it has spread beyond a single mass), the prognosis is quite poor.
Squamous cell carcinomas comprise 30-40 percent of non-small cell carcinomas of the lung. This type of cancer tends to be located in the more central portion of the lung. Often, this is in a bronchus (a large airway of the lung). Since these cancers are located near or in these airways, they can cause symptoms earlier in their growth. Coughing and production of phlegm (sputum) that is bloody are common symptoms. The cancer can block airways which can lead to shortness of breath orpneumonia.
Large cell carcinomas represent about 10 percent of non-small cell cancers of the lung. This form of lung cancer has fewer structural characteristics when viewed under a microscope. It is sometimes difficult to distinguish this form of lung cancer from cancers which have spread to the lung from another place in the body.

Small Cell Cancer of the Lung

Small cell cancer is the most aggressive type of lung cancer and has the worst prognosis. These cancers tend to grow rapidly and metastasize to other parts of the body early.
Small cell cancer of the lung is usually seen as a mass located in the central portion of the chest on chest x-ray. The primary cancer spreads to lymph nodes of the chest and also enters the blood stream which carries it to other organs such as the liver, bone, brain and spinal cord, kidneys, pancreas, and adrenal glands.
It is rare that small cell cancer of the lung can be cured with surgery because either the primary cancer is too large to be removed or it has already spread to other parts of the body. However, small cell cancer of the lung is generally quite responsive to radiation therapy and chemotherapy.

Click HERE for more information about cancer and cancer treatment!

(Indonesian version)

[source: orienttumor.com]
baca selengkapnya...

Thursday, October 04, 2007

Buku adalah Kerja Intelektual yang Luar Biasa!!!


“Orang miskin karena buku dia akan menjadi kaya. Orang kaya karena buku dia menjadi anggun.”

Kata-kata bijak di atas mengandung filosofi yang sangat tinggi. Ada makna pembelajaran di dalamnya. Buku ditulis dengan kerja keras yang luar biasa. Beribu-ribu informasi dan pengalaman diteliti, dipilah-pilah, dianalisis, dan dicari saripatinya. Buku merupakan hasil akumulasi dan kristalisasi dari berbagai kebijakan dan nilai-nilai yang teruji kebenarannya.

Buku adalah kerja intelektual yang luar biasa.

Barangkali bagi kita, ada buku-buku tertentu yang tidak kita sukai. Tetapi dalam setiap buku, sesungguhnya, minimal ada satu hal, satu pelajaran, satu nilai, satu hikmah, satu pengetahuan, dan satu jalan keluar.

Satu hal tersebut, barangkali, mengandung manfaat besar yang tidak kita sadari saat ini.

Jadi setiap buku pasti ada manfaatnya!

Membiasakan diri membaca buku berarti membiasakan diri berguru pada sumber-sumber ilmu yang dasyat. Membaca buku berarti berdialog langsung dengan pikiran para guru atau para master dari berbagai zaman. Kandungan dan kekayaan ilmu bisa kita serap dengan begitu mudahnya.

Jadi membaca adalah aktivitas pengembangan diri.

Bayangkan, jika kita bisa memaksa diri membaca minimal satu buku dalam seminggu. Maka satu bulan terbaca empat buku, dan setahun 52 buku. Jika konsisten membaca, maka dalam lima tahun kita sudah membaca 260 buku. Jika buku-buku yang kita baca itu topiknya menyangkut bidang yang kita geluti, maka dalam lima tahun kita pasti sudah ahli dalam bidang tersebut.

Sebab itulah, sayang sekali jika karya-karya luar biasa itu ditelantarkan. Jika kita ingin mengembangkan diri, bacalah buku-buku bagus mulai sekarang!
baca selengkapnya...

Wednesday, April 25, 2007

Ancaman Bahaya Bluetooth!

Hampir seluruh telepon seluler (handphone/HP) terbaru saat ini telah dilengkapi Bluetooth, sebuah perangkat komunikasi tanpa kabel menggunakan gelombang radio. Dengan saran ini, berbagai fungsi dalam HP dapat disambungkan dengan perangkat lain secara mudah dan praktis.

Makin banyak orang yang memahami dan kemudian menerapkan teknologi ini dalam pemakaian sehari-hari. Namun, sesuatu yang nyaman kemudian membuat orang terlena dan lupa akan risiko bahayanya. Dalam kasus Bluetooth, masih banyak orang yang mengira aman-aman saja apabila fungsi Bluetooth dalam HP-nya dibiarkan menyala sepanjang waktu.

Padahal, penelitian bersama dua perusahaan keamanan komputer dari Eropa, yakni F-Secure dari Finlandia dan Secure Network dari Italia, tahun 2006, menunjukkan paling tidak ada empat ancaman utama yang bisa datang saat orang terlena menggunakan Bluetooth. Dalam laporan penelitian yang dimuat di situs www.securenetwork.it disebutkan, salah satu ancaman bahaya paling utama adalah serangan VIRUS!

Berbagai materi perangkat lunak yang bersifat merusak, seperti virus, worm, atau Trojan horses dapat menyebar melalui koneksi Bluetooth, di samping menggunakan cara-cara penyebaran "tradisional" melalui layanan pesan singkat atau SMS, layanan pesan multimedia atau MMS, atau tukar-menukar kartu memori.

Virus HP seperti Commwarrior bersifat sangat merugikan pemakai HP. Virus tersebut akan menyelinap masuk ke sistem komunikasi HP dan akan menggandakan serta menyebar dirinya sendiri melalui pengirim pesan MMS tak terbatas tanpa sepengetahuan pemilik HP. Yang lebih parah! Bagi pengguna kartu pascabayar, SMS tersebut akan terkirim tanpa batas dan Anda mungkin akan pingsan setelah melihat tagihan pulsanya!

Caranya, Hp yang mengidap virus ini akan mendeteksi HP-HP di sekitarnya yang sedang mengaktifkan Bluetooth, dan kemudian secara otomatis akan membuka koneksi dengan HP-HP tersebut untuk menularkan virus. Gejala seperti ini disebut Bluebug.

Infeksi virus tersebut akan menyebabkan gangguan pada sistem dan fungsi-fungsi Hp, dan akses tanpa izin ke dalam informasi-informasi penting yang tersimpan di HP, mulai dari catatan nomor telepon relasi, jadwal di kalender, hingga dokumen-dokumen rahasia yang disimpan di HP. Apabila data-data tersebut bisa diakses tanpa sepengetahuan pemilik, maka semuanya bisa diubah, dimodifikasi, atau bahkan dihapus.
baca selengkapnya...

Ny Sugiyarti memohon pertanggungjawaban atas kematian anaknya, Mora.

Ny Sugiyarti memohon pertanggungjawaban atas kematian anaknya, Partahi Mamora Halomoan Lumbantoruan (35), yakni korban tragedi penembakan mahasiswa yang terjadi di Virginia Tech University, Senin pekan lalu. Ia juga mohon penjelasan, sejauh mana Pemerintah Amerika Serikat menjamin perlindingan warga asing yang sedang berkuliah di sana.

Permohonan itu disampaikan Ny Sugiyarti, Minggu (22/4), di samping jenazah Mora, panggilan akrab Mamora, satu dari 32 korban tewas dalam insiden penembakan membabi buta tersebut.
Jenazah Mora tiba di rumah duka di Kompleks Markas Komando Akabri di Kelurahan Jatinegara Kaum, Puloagung, Jakarta Timur, kemarin sekitar pukul 10.00, setelah diterbangkan dari Newark, AS, lewat Singapura.

"Saya punya empat permohonan. Dua diantaranya, saya mohon diberi penjelasan soal prosedur tetap internal keamanan kampus Virginia Tech University dan juga mohon diberi laporan kronologi insiden penembakan, sejak awal hingga saat tewasnya Mora,: kata Ny Sugiyarti.

Ny Sugiyarti dan suaminya menegaskan, apa yang mereka sampaikan hanyalah permohonan dan bukan tuntutan yang mutlak harus dipenuhi.
Ditambahkan, meski merasa sangat kehilangan, ia tak akan mengambil langkah hukum terkait dengan kematian putra mereka. "Saya hanya memohon agar Pemerintah AS atau universitas bertanggung jawab karena banyak dana sudah kami habiskan untuk membiayai studi Mora di AS," katanya.

Sumber: Kompas
baca selengkapnya...

Friday, April 20, 2007

Penembakan Mahasiswa di AS, 32 Tewas!

BLACKBURG, senin - Tragedi menghampiri kampus Virginia Tech University, Amerika Serikat, senin (16/4). Seorang pria memasuki asrama dan ruangan kelas sambil menembakkan pistol 9 milimeter dan pistol kaliber 22 yang dibawanya ke arah mahasiswa lain.
Sebanyak 32 orang tewas dan 26 orang terluka dalam peristiwa yang dianggap sebagai insiden penembakan terburuk di dalam sejarah AS. Pelaku penembakan itu dipastikan pihak universitas sebagai mahasiswa Virginia Tech bernama Cho Seung-hui (23) asal Korea Selatan dan telah menjadi warga permanen di AS.
Identitas Cho Seung-hui dapat diketahui setelah bekas-bekas jari pada senjata api diperiksa dan cocok dengan data yagn ada di imigrasi AS.
Cho ditemukan tewas bunuh diri saat polisi berhasil mendobrak masuk gedung kuliah yang digemboknya dari dalam.
Meski identitas pelaku telah diketahui, pihak kepolisian mengaku belum mengetahui motif insiden itu. Biro Investigasi Federal AS (FBI) menegaskan, insiden itu tidak terkait dengan urusan terorisme meski diakui beberapa hari sebelum penembakan terjadi ada ancaman bom yang masuk ke kampus itu.

Sumber: Kompas
baca selengkapnya...

Saturday, March 24, 2007

Kemiskinan Mengerikan!

Cerita bunuh diri yang dilakukan seorang ibu bersama empat anaknya di Malang merupakan cerita buruk. Namun, itu harus diangkat untuk menyadarkan kita.
Menyadarkan apa? Menyadarkan kita tentang betepa kemiskinan yang ada di tengah kita begitu menakutkan.
Ibaratnya sudah tidak ada lagi jaring pengaman yang bisa dijadikan harapan untuk keluar dari kesulitan.
Ketika keputusasaan yang muncul, tidak usah heran apabila banyak orang kemudian memilih jalan pintas. Seakan bunuh diri merupakan langkah yang bisa menyelesaikan persoalan, padahal sama sekali tidak. Apa yang terjadi di Malang tidak bisa hanya kita katakan sebagai sebuah kasus biasa. Kita harus menangkapnya sebagai sebuah fenomena gunung es. Karena itu, kita tidak bisa membiarkannya, tetapi harus berupaya untuk menyelesaikan akar persoalannya, dan akar persoalan itu tidak lain adalah kemiskinan.
Kita memang diingatkan bahwa kemiskinan tak hanya diakibatkan oleh ketiadaan pekerjaan. Kemiskinan bisa terjadi karena kemalasan, ketidakmauan untuk bekerja keras, mau enaknya saja. Untuk yang terakhir ini memang tidak mudah karena berkaitan dengan kultur. Kultur dari masyarakat untuk tidak mudah menyerah dan selalu bekerja keras. Namun, yang berkaitan dengan ketiadaan lapangan kerja merupakan sesuatu yang bisa kita carikan penyelesaiannya. Dengan apa? Dengan mendorong kegiatan ekonomi, dengan memacu tumbuhnya investasi. Hal itu bukanlah sesuatu yang tidak bisa kita raih. Namun, sekali lagi, menuntut kesungguhan kita untuk mau melakukannya, mengambil keputusan, tidak membiarkan semua itu mengambang tidak menentu. Sekarang ini praktis ekonomi tidak berjalan.
Persoalannya bukan terletak pada tidak adanya kesempatan, tetapi ketidakadaan kepastian. Sejak lama sudah diingatkan perlu segera diperbaikinya aturan iklim investasi.Perlu diperbaikinya aturan tentang perpajakan, bea dan cukai, ketenagakerjaan, soal ketersediaan infrastruktur. Tetapi kita tidak segera tanggap utnuk segera menyelesaikan semua pekerjaan rumah itu. Akibatnya, meski kita sudah dengan susah payah menstabilkan makroekonomi kita, imbasnya tak sampai ke sektor riil.
Likuiditas hanya berputar-putar di tempat dan akhirnya malah menjadi beban bagi kita semua. Kemiskinan bukan hanya membuat ada keluarga yang bunuh diri, tetapi mengimbas ke persoalan lainnya. Mulai dari masih buruknya kualitas kesehatan hingga pendidikan. Kita mulai mendengar keluhan keluarga untuk bisa terus menyekolahkan anaknya. Tidakkah semua itu cukup untuk mengentak kesadaran kita bersama menyelesaikan persoalan kemiskinan? Terutama masalh pendidikan dan kesehatan, keduanya harus jadi perhatian utama karena terkait masa depan kita sebagai bangsa.
Ketika kita alpa menangani kedua sektor itu secara benar, kualitas sumber daya manusia kita pada masa depanlah yang akan dipertaruhkan. Kita akan memiliki generasi yang tidak berkualitas di tengah dunia yang berpacu untuk mempunyai sumber daya manusia yang tangguh. Kita tentunya tidak mau menjadi bangsa paria di tengah masyarakat dunia!

(sumber: KOMPAS, RABU, 14 MARET 2007, HAL. 6 KOLOM TAJUK RENCANA)

baca selengkapnya...