Thursday, March 12, 2009

Cara Mencegah Kanker - Tahap 1

Sepertinya semakin sering kita mendengar orang terkena kanker.
Tentunya ada perasaan takut dan was-was, jangan-jangan diri kita
adalah calon penderita kanker.

Penelitian oleh Institute Kanker Nasional AS menyebutkan tiga puluh
persen kasus kanker disebabkan oleh rokok dan sekitar 35 - 50 persen
kasus kanker disebabkan oleh makanan. Tapi, kapan sih kita dapat
terkena kanker ?

Kanker dimulai dari satu sel tak normal yang mulai memperbanyak diri
tanpa terkontrol. Kelompok sel semacam itu membentuk kanker dan
mendesak jaringan yang sehat. Sel kanker yang matang pecah dan anak
sebarnya dibawa aliran darah menyebar ke bagian lain tubuh dan
membentuk kanker baru.

Diantara semua faktor penyebab kanker, yang paling mungkin kita
kontrol adalah makanan kita sehari-hari. Ada baiknya kita perhatikan
beberapa pedoman berikut ini:

1. Pentingnya zat pencegah kanker pada sayuran & buah
Sayuran tidak hanya tinggi serat dan rendah lemak, tetapi juga banyak
mengandung zat pencegah kanker. Karotenoid, pigmen yang memberi warna
gelap pada buah dan sayuran hijau misalnya, terbukti bisa membantu
mencegah kanker.

Betakaroten yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau tua dan jingga
membantu mencegah kanker paru-paru, kanker ginjal, kanker mulut,
kanker kerongkongan (esophagus), kanker pangkal tenggorok (larynx),
dan kanker payudara.

Sayuran seperti kol, brokoli, kale, kembang kol, dan brussel
sprout mengandung flavonoid dan indole yang juga bersifat antikanker.
Sedangkan kandungan vitamin C di dalam buah-buahan dan beberapa
sayuran juga bisa menurunkan risiko kanker kerongkongan dan kanker
perut.

Vitamin C berlaku sebagai antioksidan yang menetralkan bahan kimia
penyebab kanker yang terbentuk di dalam tubuh. Mineral
selenium yang ditemukan pada kelompok padi-padian juga memiliki efek
antioksidan seperti halnya vitamin C dan vitamin E.

Untuk mencegah kanker, tingkatkan konsumsi sayuran dan buah-buahan.
Usahakan mengkonsumsi sayuran dan buah minumal 5 porsi setiap hari.

2. Tingkatkan konsumsi makanan berserat
Makanan kaya serat juga membantu mencegah kanker payudara, karena
serat bisa mengikat hormon estrogen dan membantu mengeluarkannya dari
dalam tubuh. Dengan demikian, estrogen tidak kembali ke aliran darah,
sehingga tidak menyebabkan peningkatan kadar estrogen di dalam tubuh.
Kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh bisa meningkatkan risiko
kanker payudara.

Serat banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan, polong-polongan,
kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kedelai, tempe), lentil,
dan makanan pokok seprti beras serta gandum yang diproses minimal
(whole grain).

Banyaknya konsumsi serat yang dianjurkan adalah antara 20 dan 30 g
setiap hari. Serat sebaiknya bersumber dari makanan, bukan dari
suplemen.

3. Turunkan konsumsi lemak
Demi menurunkan risiko, institut Kanker Nasional AS menyarankan kita
untuk membatasi konsumsi lemak hingga 30 persen saja. Tetapi menurut
penelitian, untuk mendapatkan efek antikanker, sebaiknya usahakan
mengkonsumsi lemak kurang dari 30 persen, untuk amannya kira-kira 10-
15 persen saja.

4. Hindari alkohol
Meminum minuman berlakohol secara berlebihan bisa meningkatkan risiko
kanker payudara, kanker mulut, kanker faring (phrynx, saluran antara
rongga hidung, rongga mulut, dan kerongkongan), dan kanker
kerongkongan (esophagus). Apa lagi jika ditambah dengan kebiasaan
merokok, bisa juga meningkatkan risiko kanker perut, kanker hati, dan
kanker usus besar (kolon).

5. Hindari terlalu sering memasak makanan pada suhu tinggi
Memasak makanan seperti daging atau ikan dengan cara digoreng dengan
panas tinggi bisa memunculkan zat-zat yang bersifat karsinogenik
(menimbulkan kanker). Daging yang dibakar, dipanggang, diasap, atau
diberi bahan pengawet nitrit juga bisa membentuk zat karsinogen. Jadi,
lebih aman memasak dalam suhu yang lebih rendah misalnya dikukus,
direbus atau dimasak sekejap.

6. Batasi camilan lezat tapi tidak sehat
Terkadang kita tergoda mengkonsumsi camilan yang rasanya lezat namun
tidak sehat seperti cake, permen, serta aneka dessert yang umumnya
terbuat dari lemak jenuh. Jika sulit menghindar, makanlah dalam porsi
kecil sambil tingkatkan konsumsi makanan yang sehat.

7. Kurangi mengkonsumsi keripik kentang dan kentang goreng
Menurut penelitian, makanan kaya karbohidrat seperti kentang yang
digoreng, akan merangsang terbentuknya senyawa pemicu kanker bernama
akrilamida. Senyawa karsinoganik pada keripik kentang atau kentang
goreng ini jauh lebih banyak dibandingkan akrilamida yang terdapat
pada makanan gorengan lain seperti daging, ikan dan roti goreng.

8. Kedelai dan olahannya mencegah kanker
Menurut penelitian, kedelai dan hasil olahannya (tempe, tahu, susu
kedelai) membantu menurunkan risiko terjadinya kanker payudara dan
kanker prostat. Kedelai mengandung fitoestrogen, yaitu genistein dan
daidzein, dibantu zat-zat lain yang berfungsi mencegah terjadinya
kanker.

No comments: