Sunday, July 29, 2007

Belum Punya Pacar? Why Not?

Ada 2 orang gadis remaja, yang satu sebut saja si Fay dan yang satu Ann. Fay sudah berpacaran selama 1 tahun. Tiap hari ia menulis diary yang isinya mulai dari ketika ia jatuh cinta, jadian, dan disakiti berulang kali. Ia sudah berniat untuk tidak jatuh lagi, tapi selalu gagal. Apakah ini bentuk obsesi ?

Ya, ini karena alasannya untuk berpacaran itu tidak kuat. Dia, seperti halnya banyak gadis remaja lainnya, punya pemikiran kalau punya pacar itu adalah suatu hal yang harus diraih, karena ingin dicintai atau disayang oleh seseorang. Akibatnya, ia selalu mencoba untuk menjadi gadis yang diinginkan pacarnya. Ketika akhirnya resmi berpacaran, ia pun jadi merasa gelisah, dan cenderung kehilangan kepercayaan diri, sehingga mudah disakiti, baik sengaja maupun tidak sengaja.

Bandingkan dengan Ann. Ia baru mulai resmi pacaran ketika lulus SMA. Bukannya dia tidak menarik, malah sebaliknya, ia gadis yang cantik, cerdas dan supel. Ia bisa saja punya banyak pacar ketika masih sekolah, tapi ia memilih untuk tidak, karena ia merasa belum punya alasan yang cukup untuk itu.

Ia tidak peduli walau teman-temannya sudah punya kekasih, dan ia sendiri yang belum. Ia punya kepercayaan diri yang tinggi dan ia tidak mau menyusahkan dirinya dengan sebuah hubungan yang hanya didasarkan pada kebutuhan ingin disayangi, kesepian, atau takut tidak laku misalnya. Ia pun bisa memanfaatkan waktu yang ia miliki untuk hal-hal yang bermanfaat dan menyenangkan baginya.

Bukannya berpacaran ketika masih sekolah itu tidak baik, tapi perhatikanlah alasan dibaliknya. Baik untuk remaja lelaki maupun perempuan, memiliki seorang pacar hanya untuk "dicintai atau diterima" tidak akan melahirkan sebuah hubungan yang berguna. Pada akhirnya, hubungannya pun gagal di tengah jalan dan ia hanya akan sedih karenanya.

So, daripada jatuh cinta dan langsung jadian dengan siapa saja yang melakukan pdkt ke kamu, belajarlah dahulu untuk mencintai dirimu sendiri! Bukannya dalam konteks narsisme seperti "Saya terlalu baik untuk orang lain," tapi dalam konteks dimana kamu menghargai dirimu sendiri dengan jujur. Kedua, tidak usah peduli dengan pendapat orang lain tentang kamu. Ingat, punya pacar itu bukan segalanya! Itu bukan sebuah prestasi yang mesti dibangga-banggakan seperti misalnya kamu baru saja juara lomba pidato misalnya. Sayangnya, masih banyak remaja baik lelaki maupun perempuan di jaman sekarang yang cenderung berpikiran seperti itu.

Kebahagiaan sudah bisa dicapai jika kamu sudah merasa nyaman dengan dirimu sendiri. Sadarilah itu sekarang dan lakukanlah sesuatu untukmu hari ini juga! "You are who you are for a reason you're a precious and perfect unique design." (Russell Kelfer)

2 comments:

Hningswara said...

Great! Aku suka cerita-cerita kehidupan seperti ini... Whatever itu, bikin hidup lebih hidup!

Chong said...

:)