Friday, February 27, 2009

Kanker Tiroid

DEFINISI
Kanker tiroid adalah suatu keganasan pada tiroid yang memiliki 4 tipe ; papiler, folikuler, anaplastik atau meduler.

Kanker jarang menyebabkan pembesaran kelenjar, lebih sering menyebabkan pertumbuhan kecil (nodul) di dalam kelenjar.
Sebagian besar nodul tiroid bersifat jinak dan biasanya kanker tiroid bisa disembuhkan.

Kanker tiroid seringkali membatasi kemampuan menyerap yodium dan membatasi kemampuan menghasilkan hormon tiroid; tetapi kadang kanker menghasilkan cukup banyak hormon tiroid sehingga terjadi hipertiroidisme.

Nodul tiroid cenderung bersifat ganas jika:
- hanya ditemukan satu
- skening tiroid menunjukkan bahwa nodul tidak berfungsi
- nodulnya padat dan isinya bukan cairan (kistik)
- nodulnya keras
- pertumbuhannya cepat.


KANKER PAPILER

60-70% dari kanker tiroid adalah kanker papiler.
2-3 kali lebih sering terjadi pada wanita.

Kanker papiler lebih sering ditemukan pada orang muda, tetapi pada usia lanjut kanker ini lebih cepat tumbuh dan menyebar.
Resiko tinggi terjadinya kanker papiler ditemukan pada orang yang pernah menjalani terapi penyinaran di leher.

Kanker ini diatasi dengan tindakan pembedahan, yang kadang melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di sekitarnya.
Nodul dengan diameter lebih kecil dari 1,9 cm diangkat bersamaan dengan kelenjar tiroid di sekitarnya, meskipun beberapa ahli menganjurkan untuk mengangkat seluruh kelenjar tiroid.
Pembedahan hampir selalu bisa menyembuhkan kanker ini.

Diberikan hormon tiroid dalam dosis yang cukup untuk menekan pelepasan TSH dan membantu mencegah kekambuhan.

Jika nodulnya lebih besar, maka biasanya dilakukan pengangkatan sebagian besar atau seluruh kelenjar tiroid dan seringkali diberikan yodium radioaktif, dengan harapan bahwa jaringan tiroid yang tersisa atau kanker yang telah menyebar akan menyerapnya dan hancur.
Dosis yodium radioaktif lainnya mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa keseluruhan kanker telah dihancurkan.
Kanker papiler hampir selalu dapat disembuhkan.


KANKER FOLIKULER

15% dari kanker tiroid adalah kanker folikuler.
Kanker folikuler juga lebih sering ditemukan pada wanita.

Kanker folikuler cenderung menyebar melalui aliran darah, menyebarkan sel-sel kanker ke berbagai organ tubuh.

Pengobatan untuk kanker ini adalah pengangkatan sebanyak mungkin kelenjar tiroid dan pemberian yodium radioaktif untuk menghancurkan jaringan maupun sel kanker yang tersisa.


KANKER ANAPLASTIK

Kurang dari 10% kanker tiroid merupakan kanker anaplastik.
Kanker ini paling sering ditemukan pda wanita usia lanjut.

Kanker anaplastik tumbuh sangat cepat dan biasanya menyebabkan benjolan yang besar di leher.
Sekitar 80% penderita meninggal dalam waktu 1 tahun.

Pemberian yodium radioaktif tidak berguna karena kanker tidak menyerap yodium radioaktif.
Pemberian obat anti kanker dan terapi penyinaran sebelum dan setelah pembedahan memberikan hasil yang cukup memuaskan.


KANKER MEDULER

Pada kanker meduler, kelenjar tiroid menghasilkan sejumlah besar kalsitonin (hormon yang dihasilkan oleh sel-sel tiroid tertentu).
Karena juga bisa menghasilkan hormon lainnya, maka kanker ini menyebabkan gejala-gejala yang tidak biasa.

Kanker cenderung menyebar melalu sistem getah bening ke kelenjar getah bening dan melalui darah ke hati, paru-paru dan tulang.

Pada sindroma neoplasia endokrin multipel, kanker meduler bisa terjadi bersamaan dengan kanker endokrin lainnya.

Pengobatannya meliputi pengangkatan seluruh kelenjar tiroid.
Lebih dari 2/3 penderita kanker meduler yang merupakan bagian dari sindroma neoplasia endokrin multipel, bertahan hidup 10 tahun; jika kanker meduler berdiri sendiri, maka angka harapan hidup penderitanya tidak sebaik itu.

Kadang kanker ini diturunkan, karena itu seseorang yang memiliki hubungan darah dengan penderita kanker meduler, sebaiknya menjalai penyaringan untuk kelainan genetik. Jika hasilnya negatif, maka hampir dapat dipastikan orang tersebut tidak akan menderita kanker meduler. Jika hasilnya positif, maka dia akan menderita kanker meduler; sehingga harus dipertimbangkan untuk menjalani pengangkatan tiroid meskipun gejalanya belum timbul dan kadar kalsitonin darah belum meningkat.
Kadar kalsitonin yang tinggi atau peningkatan kadar kalsitonin yang berlebihan setelah dilakukan tes perangsangan, juga membantu dalam meramalkan apakah seseorang akan menderita kanker meduler.

PENYEBAB
Kanker tiroid lebih sering ditemukan pada orang-orang yang pernah menjalani terapi penyinaran di kepala, leher maupun dada.

Faktor resiko lainnya adalah adanya riwayat keluarga yang menderita kanker tiroid dan gondok menahun.

GEJALA
Terdapat pembesaran kelenjar tiroid atau pembengkakan leher.

Suara penderita berubah atau menjadi serak.

Bisa terjadi batuk atau batuk berdarah, serta diare atau sembelit.

DIAGNOSA
Pertanda awal dari kanker tiroid biasanya adalah benjolan yang tidak terasa nyeri di leher.

Skening tiroid bisa menentukan apakah nodulnya berfungsi atau tidak, karena nodul yang tidak berfungsi cenderung bersifat ganas.

Pemeriksaan USG bisa membantu menentukan apakah nodulnya padat atau berisi cairan.

Contoh nodul biasanya diambil dengan jarum untuk keperluan biopsi.
Biopsi merupakan cara terbaik untuk menentukan apakah nodulnya jinak atau ganas.

[source: medicastore.com]
baca selengkapnya...

Friday, August 29, 2008

Capai Berat Badan Ideal Tanpa Harus Berdiet

Saat ini telah tersedia berbagai makanan dengan kelezatan yang menggoda, membuat orang ingin selalu mengkonsumsinya, ini yang sering membuat berat badan menjadi tidak terkontrol. Makan juga menjadi suatu kesenangan dalam hidup, sehingga sering orang mengkonsumsi makanan yang disukainya saja dan lupa mengkonsumsi makanan secara sehat dan seimbang.

Makanan yang sehat dan seimbang akan membuat kita terhindar dari penyakit-penyakit berat, seperti diabetes, stroke dan penyakit jantung. Cobalah untuk mengkonsumsi makanan sehat yang disukai daripada melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan. Beberapa jenis makanan ini dapat dikonsumsi tanpa takut akan meningkatkan berat badan, bahkan baik jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Makanan itu antara lain:

* Sayur dan buah-buahan, sebaiknya dikonsumsi sedikitnya 5-7 porsi sehari.

* Konsumsi berbagai jenis biji-bijian sebaiknya biji-bijian dalam bentuk utuh, juga polong-polongan.

* Konsumsi lebih banyak ikan dan daging tanpa lemak.


Sedang makanan yang harus dihindari antara lain:

* Makanan yang mengandung kalori tinggi tapi nilai gizinya rendah seperti kue, minuman ringan dan lain-lain.

* Makanan yang mengandung tinggi lemak hewani dan kolesterol seperti susu tinggi lemak, daging yang banyak lemaknya, mentega dan lain-lain.

* Hindari menggoreng makanan karena akan meningkatkan kandungan lemaknya. Masaklah makanan dengan cara direbus, dikukus/tim atau dipanggang.

* Kurangi konsumsi garam, terutama pada penderita tekanan darah tinggi.

* Juga jangan lupa untuk mengurangi konsumsi minuman beralkohol.

[Sumber: Pontianakpost]
baca selengkapnya...

Thursday, August 28, 2008

Hepatitis A

Penyakit Hepatitis A disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh kotoran/tinja penderita biasanya melalui makanan (fecal - oral), bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Hepatitis A paling ringan dibanding hepatitis jenis lain(B dan C). Sementara hepatitis B dan C disebarkan melalui media darah dan aktivitas sexual dan lebih berbahaya dibanding Hepatitis A.


Masa inkubasi
Waktu terekspos sampai kena penyakit kira-kira 2 sampai 6 minggu. anda akan mengalami gejala gejala seperti demam, lemah, letih, dan lesu, pada beberapa kasus, seringkali terjadi muntah muntah yang terus menerus sehingga menyebabkan seluruh badan terasa lemas. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.


Masa pengasingan yang disarankan
Selama 2 minggu setelah gejala pertama atau 1 minggu setelah penyakit kuning muncul. jangan terlalu banyak aktivitas.


Masa pengasingan yang disarankan
Selama 2 minggu setelah gejala pertama atau 1 minggu setelah penyakit kuning muncul. jangan terlalu banyak aktivitas.
baca selengkapnya...

Monday, June 23, 2008

Jika Lelah Terus Mendera

Rutinitas yang padat terkadang membuat kita merasa kelelahan, hal ini ditandai dengan tubuh yang terasa lemas dan pegal - pegal. Tapi jika kelelahan terus melanda Anda, jangan - jangan itu gejala fibromyalgia !

Apa Itu Fibromyalgia ?
Merupakan ganguan yang dapat menimbulkan rasa nyeri otot dan pegal, sehingga Anda mungkin akan merasa lemah sepanjang waktu. Saat ini, fibromyalgia tidak dapat didiagnosa berdasarkan hasil laboratorium. Jadi, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan atau mungkin memeriksa seluruh sendi dan otot untuk dihubungkan dengan gangguan kesehatan yang anda alami.

Perhatikan Gejalanya !
Bersamaan dengan ditemukan beberapa titik nyeri di tubuh, mungkin Anda juga akan mengalami gejala - gejala berikut :
■ Rasa nyeri di seluruh bagian tubuh.
■ Semua sendi merasa kaku dan nyeri.
■ Sulit tidur.
■ Merasa lelah terus - menerus, bahkan sekalipun setelah tidur lelah semalaman.
■ Gangguan buang air besar.


Fibromyalgia bisa menjadi masalah secara terus menerus, namun bukan berarti hal tersebut akan mengganggu aktivitas Anda sehari - hari

Ini Obatnya !
Olahraga terbukti efektif dalam membantu anda mengurangi nyeri. Tetapi ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.
■ Jangan lupa lakukan peregangan setiap kali sebelum dan sesudah berolahraga.
■ Pilihlah olahraga low impact, seperti jalan cepat, ber sepeda, berenang, atau olahraga air lainnya.
■ Jangan memaksakan diri Anda. Lakukan peningkatan latihan sedikit demi sedikit.
■ Untuk hasil yang terbaik, olahraga harus dijadikan bagian dari gaya hidup Anda sehari - hari.

Semakin lelap tidur Anda, berarti Anda menabung sejumlah energi. Cobalah beberapa tips dibawah ini untuk memperoleh manfaat tidur :
■ Hindari membaca atau bekerja di tempat tidur.
■ Usahakan tidur pada jam yang sama setiap malamnya, dan usahakan bangun pada jam yang sama pula.
■ Hindari konsumsi alcohol, kopi atau rokok sekurang - kurangnya 3 jam sebelum tidur.
baca selengkapnya...

Saturday, June 21, 2008

Protein

Apa Itu Kualitas Protein ?
Tidak semua protein mempunyai kualitas yang sama. Ada yang memiliki komponen asam amino yang lengkap (termasuk asam amino esensial ) dan ada juga yang hanya mengandung beberapa tipe saja. Kelengkapan asam amino ini akan semakin membantu untuk pertumbuhan otot. Ada beberapa cara untuk menilai kualitas protein :

■ Complete vs Incomplete protein
Complete protein adalah protein yang mengandung asam amino esensial secara lengkap. Sedangkan Incomplete protein adalah protein yang tidak mengandung satu atau lebih asam amino esensial.

■ Protein Efficiency Ratio (PER)
Rating protein dengan mengukur berapa banyak pertambahan berat badan dengan jumlah protein yang diasup.

■ Net Protein Utilization (NPU)
Rating protein yang dilakukan berdasar kemudahan protein untuk dicerna. NPU diukur dari percent nitrogen yang diserap dari asam amino yang ada di produk protein tersebut. Semakin banyak nitrogen yang diserap semakin mudah protein tersebut untuk dicerna.

■ Biological Value (BV)
Rating protein berdasar utilisasi protein yang diasup dan digunakan untuk protein synthesis oleh tubuh. Nilai BV akan semakin tinggi apabila asam amino esensial di protein semakin lengkap.

■ Protein Digestibility Corrected Amino Acid Score (PDCAAS)
Rating protein berdasar kandungan asam amino, kemudahannya untuk diserap dan kandungan asam amino esensial untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

■ Protein Chemical Score
Rating protein berdasar komposisi asam amino esensial dengan membandingkannya dengan reference.


Asam Amino Essential
Merupakan asam amino yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh, oleh karena itu harus didapat dari makanan.

- Isoleucine
- Methionine
- Tryptophan
- Leucine
- Phenylalanine
baca selengkapnya...