Showing posts with label Pengembangan diri. Show all posts
Showing posts with label Pengembangan diri. Show all posts

Friday, September 28, 2007

Tips mengatasi prilaku anak yang berulah!

Semua anak usia prasekolah pasti pernah "berulah" dan menyusahkan. Untuk mengatasi hal ini, resep yang utama adalah cari tahu masalahnya dan cegah sebisa mungkin. Jika perilaku "buruknya" terus berlanjut, mulailah pikirkan, barangkali memang si kecil butuh perhatian lebih dari Anda. Bisa jadi, Anda akhir-akhir ini menjadi lebih sibuk dari biasanya sehingga perhatian padanya jadi berkurang. Atau di keluarga Anda sedang ada masalah.

Anak stres, bertengkar dengan saudara atau teman-temannya, anak merasa frustrasi dan marah atas suatu hal, juga bisa menjadi pemicu. Ingat, di usia ini, anak mulai awal memasuki dunia sosialisasi, sehingga tekanan dunia luar dan kawan-kawannya kadang membuatnya frustrasi.

1. TANTRUM
Tantrum sering terjadi hingga usia anak 3-4 tahun. Di usia ini, penguasaan kontrol diri si kecil belum sepadan dengan batas kemarahan dan frustrasinya atas kemampuan keterampilan dan kebebasan yang ia miliki.

Bagaimana mengatasinya?
Selama ia berulah dengan tantrumnya, orang tua sebaiknya mengabaikan perilakunya itu. Marah-marah atau memenuhi kemauannya untuk menghentikan tantrumnya tak bakal berhasil. Bahkan hanya akan menjadi "suap" atas perilaku buruknya.

Memang, anak sering berulah di lingkungan yang bisa bikin Anda malu, misalnya di supermarket atau di tempat umum lainnya. Tak usah malu, ambil si kecil dan segera bawa keluar. Yang jelas, jangan biarkan dia sendirian selama masa tantrumnya. Yang dibutuhkan adalah sikap tenang. Yakinkan dia bahwa Anda tahu bahwa dia marah. Tetapi Anda juga harus memberitahukannya bahwa Anda tak suka atas jeritan dan teriakan yang dilakukannya.

Di waktu-waktu selanjutnya, anak perlu diajarkan mengatasi rasa marahnya. Anda dapat mencontohkan, dengan meningggalkannya sendirian dan datang kembali nanti, mendengarkannya musik, atau mencari pendekatan baru atas situasi yang membuatnya frustrasi.

2. TAK PATUH
Anak usia 3 tahun biasanya sulit menyerap sesuatu secara terus-menerus. Tak heran jika ia akan kelihatan seperti tidak patuh, seakan tak mendengarkan apa yang Anda ucapkan. Selain itu, anak prasekolah yang lebih tua juga akan berkembang menjadi lebih ingin tahu, dan sedikit tak patuh untuk mengetes kemandiriannya.

Bagaimana mengatasinya?
Anda harus membuat prioritas. Beri aturan untuk hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehariannya. Namun tinggalkan atau biarkan dia pada hal-hal di mana dia dapat melatih pilihannya. Mengatakan mainan yang mana yang hendak dimainkan dan pakaian mana yang hendak ia kenakan, misalnya. Sesuaikan aturan yang Anda buat dengan kemampuan yang ia miliki.

Kala Anda memintanya melakukan sesuatu, sebaiknya berdirilah di dekatnya dan tatap matanya. Tekankan pada hal positif, bukan yang negatif. Sebagai contoh, "Adik boleh menonton televisi lagi besok," bandingkan dengan kalimat, "Matikan televisi!" Pilihan kalimat positif akan mengurangi pemberontokannya.

Waktu sangat penting dalam hal ini. Kala dia tidak patuh atau melakukan sesuatu yang berpotensioal memunculkan bahaya dan Anda membutuhkan tindakan segera, beri dia waktu 10 detik untuk menuruti perintah Anda. Jangan biarkan lebih lama karena hal itu akan membuatnya berpikir bahwa dia menang. Jika dia tidak menurut, gunakan hukuman, misalnya dia tidak boleh keluar kamar. Lakukan hal demikian secara konsisten.

3. BERSIKAP NEGATIF
Kadang-kadang ini menjadi kebiasaan sehari-hari si kecil. "Saya benci daging kambing!", "Roti cokelat rasanya tak enak!", "Sup ini terlalu panas!"

Bagaimana mengatasinya?
Keluhan-keluhan negatif demikian biasanya merupakan buah ketakutannya. Cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menuruti atau selalu ada setiap dia membutuhkan Anda, kala dia sedang makan, kala hendak tidur, ataupun kala dia sakit.

Jika keluhannya menjadi hal yang rutin, pertimbangkan, jangan-jangan harapan Anda pada si kecil terlalu banyak atau justru malah tak jelas (seperti jadilah anak yang baik, terlalu abstrak bagi anak usia ini, bukan?) . Namun, untuk perilaku negatif yang tidak terkontrol, cara yang terbaik adalah dengan menolak mengikuti aturannya. Jangan menjawab. Biarkan dia tahu bahwa Anda tidak akan bicara padanya ketika dia sedang berperilaku negatif begitu.

4. BICARA KASAR
Kebiasan jelek ini biasa terjadi pada anak usia 4 - 5 tahun. Seperti halnya anak di bawah 3 tahun dengan tantrumnya, hal ini pun terjadi karena dia tak pernah belajar dengan cara yang lebih baik untuk mengekspresikan kemarahan, frustrasi, dan kekecewaannya.

Bagaimana cara mengatasinya?
Jangan terbawa arus. Kemarahan Anda barangkali hanya akan memperkuat kekasarannya.
Abaikan itu dan tunggu emosinya mereda, baru Anda masuk untuk menghilangkan kebiasaan jeleknya dan mengambil langkah untuk kemajuannya. Cobalah untuk tidak terpancing oleh penghinaan yang ia lemparkan, tetapi atasi dengan masalah-masalah yang disebabkan oleh kemarahannya.

5. MOGOK BERPAKAIAN
Seringkali berpakaian pun bisa jadi ajang "adu mulut". Aksi yang nyata biasanya dengan keinginan memakai baju yang sama terus-menerus. Hal ini biasanya dilakukannya untuk
mengetes Anda, untuk melihat siapa yang berkuasa. Anak usia di atas 3 tahun biasanya tidak menerima banyak ikut campur.

Bagaimana mengatasinya?
Jika memang pilihan berpakaiannya terlalu ekstrem, misalnya tidak mau memakai seragam sekolah tapi maunya pakai baju yang biasa untuk tidur, desak dia dengan tenang untuk memakai pakaiannya dengan benar. Atau, letakkan rok wol-nya sebelum dia sarapan. Pergi keluar dan lakukan hal-hal lainnya.

Namun untuk hal-hal di luar aturan, sebaiknya biarkan dia dengan pilihannya. Seperti halnya belajar berpakaian, tentunya Anda pun harus membeli lebih banyak baju yang enak untuk ia kenakan. Barangkali ada baiknya jika Anda pun bersikap sedikit santai tentang standar apa yang harus dikenakannya.
baca selengkapnya...

9 keinginan anak

Terlalu sibuk, itu alasan klise kenapa banyak orang tua yang akhirnya menyerahkan urusan si kecil pada baby sitter atau pembantu. Padahal, anak menginginkan orang tua yang mau memerhatikan mereka. Apa lagi keinginan anak yang perlu diketahui orang tua?

1. Waktu Luang
"Mama, kok, sibuk terus, sih? Memangnya kerja enggak ada liburnya?" protes Tesa suatu hari pada sang mama.

Ya, boleh-boleh saja Anda sibuk berkarier di luar rumah, karena tujuan bekerja pasti untuk anak juga. Namun, anak pun menginginkan Anda memiliki waktu luang baginya. Jadi, Anda harus pintar me-manage waktu. Yang pasti, Anda harus menetapkan hari libur yang tak boleh lagi diusik dengan pekerjaan. Pergunakanlah waktu libur bersama anak.

2. Kasih Sayang
Kebutuhan anak tak hanya kebutuhan fisik. Hal ini seringkali tidak disadari para orang tua yang sibuk berkarier. Mereka berpikir, melimpahi anak dengan harta benda sudah cukup.

Padahal tidak, kasih sayang dan perhatian Andalah yang paling penting untuk anak. Bentuk perhatian tidak melulu harus hadiah, tetapi dengan menemaninya belajar ataupun bermain, sudah cukup membuat anak senang.

3. Tidak Bertengkar
Orang tua kadangkala tidak menyadari, saat emosi mereka memuncak, masalah anak dikesampingkan. Cekcok di depan anak lalu tak lagi jadi masalah, tidak peduli apakah anak merasa tertekan atau tidak, yang penting amarah itu bisa terlampiaskan.

Cara ini jelas salah. Boleh-boleh saja Anda dan pasangan bertengkar, tetapi janganlah di depan anak. Secara psikologis, ini tidak baik untuk perkembangan anak. Jiwanya akan tertekan dan ia akan bingung, siapa yang harus dibela dan disalahkan. Ayahnya-kah atau ibunya-kah? Nah, jika persoalan muncul, sebaiknya selesaikan saat anak tidak di rumah atau sedang tidur, sehingga ia tidak melihat atau mendengar orang tuanya tengah 'berantem'.

4. Tidak Pilih Kasih
Ninies mempunyai 2 anak. Tesa dan Oiya. Nah, si kecil Oiya diberi perhatian yang lebih dibandingkan Tesa. Pikirnya, si kakak juga akan mengerti bahwa adiknya itu bungsu. Jadi, wajar saja jika ia berlaku demikian.

Padahal, cara ini jelas salah dan tidak mendidik. Jangan sekali-sekali membedakan kasih sayang antara anak yang satu dengan anak yang lain. Jelas ini akan membuat anak yang dinomorduakan cemburu. Jangan pernah membuat batasan, yang bungsu harus lebih disayang daripada yang besar.

5. Ramah
"Mama jahat, Mama judes! Tesa benci sama Mama!", protes Tesa suatu hari pada sang Mama. Pasal kekesalannya, karena ketika temannya berkunjung ke rumah, mamanya tidak bersikap ramah. Memang, sih, ia tidak memberitahukan teman-teman sekolahnya akan datang, sehingga merepotkan mamanya menyiapkan makanan.

Sikap orang tua yang tidak bersahabat pada teman-teman si kecil jelas akan membuat anak merasa tidak nyaman. Dan ini sangat sering terjadi. Saat orang tua bete dan tidak siap menerima kedatangan teman anaknya, timbullah sikap tidak bersahabat. Untuk itu, meski suasana hati sedang tidak nyaman, cobalah tetap bersikap ramah pada teman-teman si kecil. Ingat, anak tak siap menerima perlakuan seperti itu dan akan berontak jika orang tuanya mempermalukannya.

6. Menepati Janji
Janji adalah utang yang harus ditepati. Hal ini seringkali terlupakan para orang tua. Mereka menganggapnya sepele dan merasa tidak perlu harus selalu menepati janjinya pada si kecil. Bisa jadi, orang tua memang lupa, tapi sebaiknya hindari ingkar janji.

Ninies misalnya. Ketika Tesa sakit dan sulit minum obat, ia menjanjikan akan memberikan hadiah tas baru kalau mau minum obat. Namanya anak, diiming-iming dapat hadiah jelas saja bersemangat. Setelah sembuh, janji itu ditagih. Ternyata janji tinggal janji. Jelas saja si anak kecewa yang berujung dengan aksi ngambek dan nangis.

Sebaiknya, jangan pernah memberikan janji pada anak, jika hal itu hanya Anda maksudkan bercanda atau tidak sungguh-sungguh. Anda tidak mau, kan, dicap anak sebagai orang tua pembohong? Jika Anda sudah telanjur janji, sebaiknya ditepati.

7. Pintar
Hal lain yang perlu Anda ketahui, anak ternyata juga menginginkan punya orang tua yang pintar dan cekatan. Tidak harus menjadi seorang profesor, tetapi setiapkali ia bertanya, Anda bisa menjawabnya.

Berikan jawaban yang masuk akal. Sebaiknya, berikan jawaban yang simpel dan tidak terlalu rumit, karena justru akan membuat anak bingung. Dalam hal pelajaran misalnya, Anda bisa mengikuti perkembangan belajar anak dari hari ke hari dan membaca buku pelajarannya. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan solusi saat si anak mengalami kesulitan dalam belajar.

8. JADI TEMAN
Hubungan antara orang tua dan anak seringkali tidak harmonis, karena orang tua membuat batasan, tidak mau mengakrabkan diri pada anak dengan alasan agar anak segan. Padahal, sebagai anak, mereka juga menginginkan orang tua tidak saja menjadi tempat untuk meminta ataupun berlindung, melainkan juga bisa diajak berbagi alias curhat.

Nah, inilah yang terkadang tidak disadari para orang tua. Sulit membaur dalam kehidupan anak,
membuat jarak, dan tidak mau tahu masalah yang dihadapi anak. Mulai sekarang, cobalah menata kembali hubungan Anda dan anak agar lebih akrab. Sehingga posisi Anda tak hanya sebagai orang tua, tetapi juga bisa sebagai teman.

9. Mampu Mengatasi Masalah
Seringkali, orang tua tidak menyadari sikapnya, dan mengeluh di depan anak. Keluhan Anda pun bermacam-macam, dari masalah keluarga sampai urusan pekerjaan yang membuat bingung si kecil. Mau tidak mau, ini melibatkan anak untuk turut berpikir dalam persoalan yang Anda hadapi. Padahal, itu tidak perlu. Kenapa harus berbagi masalah dengan anak? Apa yang dapat Anda harapkan dari seorang anak yang masih kecil dan pola pikirnya belum luas? Kalaupun anak memberikan pendapat, pasti Anda tidak puas karena tidak sesuai dengan yang Anda harapkan. Jadi, bicarakan masalah Anda dengan pasangan ataupun orang yang lebih tua dan memahami masalah tersebut.
baca selengkapnya...

Monday, June 04, 2007

Apakah Anda termasuk orang yang disukai atau tidak?

Orang tidak dapat mengembangkan dirinya jika ia tidak berani jujur mengakui bahwa ada bagian-bagian tertentu dalam dirinya yang memang membutuhkan perbaikan.

Satu-satunya cara untuk dapat menerima bantuan dan saran-saran dari orang lain hanyalah menghadapi kekurangan tersebut dengan sifat jujur.

Ada beberapa cara yang dapat Anda gunakan untuk mencari kekuranganmu. Bagaimana perasaan orang lain terhadap Anda adalah salah satu cara yang tepat untuk menilai bagaimana Anda diterima orang lain. Aakah mereka hanya mengacuhkanmu? Apakah mereka hanya mentolerirmu jika Anda ada di sekeliling mereka?
Apakah mereka menunjukkan tanda-tanda "tidak senang" atas kehadiran Anda? Apakah mereka menyertakan Anda dalam rencana dan kegiatan mereka?

Dari barometer di atas, Anda tentu dapat menilai apakah Anda termasuk orang yang disukai atau tidak.

Semoga bermanfaat bagi Anda : )
baca selengkapnya...

Wednesday, May 30, 2007

Agar anak berprilaku prososial


Agar anak berprilaku prososial, dalam arti perilaku maaf-memaafkan dengan baik, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui:

Harus ada modelling.
Ada panutan untuk ditiru. Idealnya sih orangtua, tetapi bisa juga guru, pengasuh, bahkan tokoh dalam buku cerita maupun film. Sayangnya, tak semua orangtua punya kesempatan memberi contoh perilaku maaf atau menerima maaf di hadapan anak-anaknya. Lewat buku cerita atau film, anak akan mendapat gambaran perilaku meminta maaf. Namun, model saja belum cukup, terutama utnuk anak balita.

Ajarkan kata maaf secara logis.
Anak-anak diberi pemahaman makna dari kata maaf. Orangtua bisa menjabarkannya melalui contoh. Misalnya, saat anank merebut mainan dari temannya, katakan kalau tindakannya itu membuat sang teman sedih. Karena itu, ia mesti minta maaf. Mungkin saja tahap berpikir anak belum sampai pada konsep tersebut karena konsep egosentrisnya, tetapi tetap saja perilaku ini harus terus-menerus diajarkan.

Beri kesempatan anak berperilaku minta maaf.
Ada momen anak harus diberi kesempatan meminta maaf. Sewaktu ia berbuat salah tentunya. Yang banyak terjadi justru sebaliknya. Ketika anak berbuat salah, orangtua memarahi anak terlebih dulu tanpa memberi kesempatan padanya untuk meminta maaf.
Kemarahan ortu ini akan terus diingat oleh si anak, terutama balita. Ia malah lupa akan kesalahan yang telah diperbuatnya. Karena itu, saat anak melakukan kesalahn, orangtua hendaknya tidak langsung memarahi. Orangtua harus ingat bahwa anak-anak tahu kalau dirinya salah. Bila perasaan itu ditambah amarah ortu, akan berkali-kali lipat perasaan bersalahnya. Yang perlu dipahami, ortu hendaknya tidak suka pada tingkah laku berebut mainan dengan teman itu. Bukan ke anak sebagai pribadi. jadi tingkah laku itu saja yang diperbaiki.

Maafkanlah!
Jika anak sudah meminta maaf atas perilaku tidak baik yang telah diperbuatnya, maafkanlah. Memaafkan adalah bentuk penguatan kalau kejadiaanya sudah selesai. Usahaka untuk tidak sekali pun mengungkit-ungkit kesalahannya. Ini akan membuat anak merasa tidak perlu meminta maaf!
baca selengkapnya...

Saturday, March 31, 2007

Kanak-kanak dalam diri kita (Mengenal Diri Sendiri)

Kita dilahirkan bersama dia, dan dia tetap tinggal di dalam diri kita untuk seumur hidup. Dan ini sangat menguntungkan, kecuali kalau kita memang ingin kehilangan bagian yang sangat autentik dari diri kita sendiri.
Dia merupakan bagian dari diri kita yang tetap muda dan segar, peka terhadap kebenaran, mempunyai kemampuan membina keakraban, hangat, spontan, dan penuh cinta. Dialah yang membuat kita memiliki kapasitas untuk bermain, untuk terus belajar, untuk mampu mengalami kejutan dan mengagumi sesuatu. Dia jugalah yang paling mudah terserang, dan gampang sekali disakiti. Siapa dia? dia adalah sifat kanak-kanak dalam diri kita sendiri.
Setiap orang pasti memiliki sifat kekanak-kanakan dalam dirinya, bahkan orang yang sudah jadi kake-kakek/nenek-nenek pun punya sifat kanak-kanak di dalam dirinya. Hanya karena di saat tua, sifat kanak-kanak sudah hampir sepenuhnya ditutupi atau dikendalikan oleh sifat dewasa yang sudah berkembang dan lebih banyak mengambil alih pikiran kita.
Pada usia kanak-kanak menuju dewasa, atau pada usia remaja, kita akan sering digerakkan oleh sifat kanak-kanak kita. Dalam memilih teman, menentukan hobi, karakteristik, berpakaian, dan sebagainya. Bahkan bagi orang yang sudah dewasa pun pada saat tertentu bisa muncul sifat kanak-kanaknya, hanya saja dia menggerakkan kita disaat atau situasi seperti apa maka akan menentukan akibat apa pula. Misalnya, bila di saat kita harus kuliah, dan pada saat itu kita digerakkan oleh sifat kanak-kanak kita, kita mungkin akan jadi malas kuliah dan kita lebih memilih bolos kuliah agar kita bisa pergi jalan-jalan atau bersantai dan bermain game di rumah. Tetapi jika sifat kanak-kanak kita menggerakkan kita disaat yang tepat, maka akan ada pula manfaatnya, seperti saat kita menghibur teman kita yang sedang sedih, atau di saat kita harus bertindak spontan untuk membuat pasangan kita merasa senang dan merasa dirinya istimewa, maka saat itu akan muncul ide-ide yang fantastik atau romantis yang akan digerakkan oleh sifat kanak-kanak kita.
Contoh-contoh jika sifat kanak-kanak menggerakkan kita, kita bisa saja melakukan atau merasakan hal-hal berikut:

  • Merasa terbuka, mudah bermain dan mencintai
  • Jenaka
  • Mendongkol, merajuk
  • Menyanyi atau menari
  • Membuang kemarahan
  • Menikmati permainan, misalnya bermain kartu atau berolahraga
  • Siap menghadiri pesta dengan busana lucu
  • Membolos dari pekerjaan
  • Merasa sedih
  • Merasa ingin membangkang dan memberontak
  • Merasa istimewa
  • Ingin dibenarkan
  • Bersantai ria
  • Merasa sangat berbahagia
  • Sangat menghayati kehadiran orang lain
  • Merasa tak pasti dan terancam
  • Peka secara berlebihan dan mudah sekali disakiti
  • Menuntut perhatian yang berlebihan
  • Kesepian
  • Cemas akan hari depan
  • Takut dan malu
  • Merasa gelisah dan mudah diserang, tanpa alasan yang jelas
  • Menyesali diri sendiri
  • Mengalami stres, merasa dibebani banyak hal
  • Merasa sangat menginginkan sesuatu, tanpa tahu jelas apa persisnya yang diinginkan
  • Secara tidak sadar membuat diri sendiri jatuh sakit, contohnya bermain game di depan komputer tanpa mengingat waktu makan dan istirahat.
  • dan sebagainya.

baca selengkapnya...

Friday, March 23, 2007

Subpersonalitas (Mengenal Diri Sendiri)

Apa yang kita sebut sebagai "dalang" di dalam diri kita dalam kenyataanya merupakan konstelasi energi di bawah sadar, yang mempengaruhi kita dalam berpikir, merasa, dan bereaksi dengan cara yang tetap dan sama. Para psikoanalis menyebut faktor tersebut sebagai kompleks, pola perilaku, atau pola dasar. Di dalam pikiran kita terdapat bagian-bagian pikiran yang bervariasi, atau bisa dikatan di dalam sebuah personalitas terdapat beberapa subpersonalitas.
Menyadari bagian-bagian yang bervariasi di dalam diri kita merupakan hal yang sangat bermanfaat untuk memahami diri kita sendiri seutuhnya. Sebab, seperti halnya kita semua, setiap sub personalitas memiliki cara sendiri dalam memandang, bermotivasi, berkesenangan, dan berkebutuhan. Dalam memberikan gagasan mereka(subpersonalitas) yang kita setujui, sesuai dengan spesialisasi dan kapasitasnya, mereka senantiasa berfungsi menuruti keinginan-keinginan kita yang terbaik, dari sudut pandang mereka. Sulit dimengerti bukan? Untuk memahami artikel ini, saya memcoba memakai pola pikir yang begini, kita adalah personalitas, dan sub-subpersonalitas itu adalah orang-orang yang ada di sekitar kita. Dan cobalah memahami tulisan yang ada di atas tadi.
Cobalah membayangkan lagi, seseorang yang Anda kenal baik.
Bagaimana Anda melukiskan dia di depan orang lain yang tidak mengenal dia sama sekali? Anda mungkin berhasil menggambarkan karakteristik jasmaniahnya. Tetapi, setelah itu, Anda akan dihadapkan pada pertanyaan: "Bagaimana ciri-cirinya sebagai suatu person atau pribadi?" Dalam keadaan itu, Anda akan sampai pada mengungkapkan kualitas diri atau sifat-sifat atau bakt-bakat yang paling menonjol dari orang tersebut. Dan itu berarti subpersonalitas yang paling mengidentifikasi dan mewakili keberadaan orang tersebut. Anda mungkin mengatakan: "Oh, dia sangat menarik, pengertian, dan sangat bersahabat," atau "berteman dengan dia sangat menyenangkan," dan sebagainya. Itu berarti, yang paling menonjol dari orang tersebut adalah subpersonalitas Penyenang atau sifatnya yang bersahabat. Begitu juga dengan cara kita akan mengidentifikasikan diri kita sendiri bukan? Anda hanya perlu berkata jujur pada diri kita sendiri, seperti apakah diri kita sekarang. Atau Anda juga bisa memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar Anda, mungkin saja ada sifat-sifat dari orang-orang tersebut yang juga menggambarkan diri kita. Bukankah begitu? Kadang kita tidak senang pada sifat seorang teman kita, akan tetapi kita tidak menyadarinya bahwa sifat yang kita benci dari teman kita itu sebenarnya juga ada pada diri kita. Dan itu artinya bahwa kita sebenarnya juga tidak senang pada sifat itu ada pada diri kita. Jadi, perlukah sekarang kita mengintropeksi diri kita? Perlukah kita mengubah sifat pada diri kita yang pada dasarnya memang kita benci?
Pola pikir di atas mungkin saja tidak Anda setujui dan Anda sepenuhnya berhak untuk tidak setuju, atau Anda memiliki cara yang bagi Anda lebih tepat untuk memandang diri sendiri. Ingatlah pula bahwa jiwa manusia, sebagaimana halnya alam semesta dan sistem-sistem energi tertutup lainnya, mempunyai daya bertumbuh sendiri. ini berarti, untuk setiap energi yang berada dalam diri seseorang tersimpan energi lain yang jelas-jelas merupakan "oposan" terhadap energi pertama, demi memelihara keseimbangan.
Degnan kata lain, secara potensial, semua kita bisa menjadi APA SAJA! Seorang yang berwatak lembut pada suatu hari bisa berubah menjadi pengamuk. Seorang tokoh masyarakt tiba-tiba diberitakan membunuh! Atau seorang bajinga bisa menjadi pahlawan perang pada suatu harinya. Dan semua itu barulah contoh-contoh kecil tentang bagaimana sebuah energi "sepele" atau sifat-sifat buruk kecil yang ada dalam diri kita yang tidak kita akui berhasil mengupayakan kehadirannya, sehingga kita terpaksa menurutinya! Jadi, mulai sekarang, cobalah mengubah sifat-sifat jelek yang ada pada diri kita sebelum "ia" mulai menjadi suatu masalah dalam kehidupan kita.
baca selengkapnya...

Wednesday, March 14, 2007

Tujuan Mengenali Diri Sendiri (Mengenal Diri Sendiri)

Izinkan saya bertanya: apakah saya orang yang sama dengan yang kemarin ketika saya bangun hari ini? Mungkin saya akan mengatakan, saya tidak merasakan perbedaan sedikit pun juga. Tetapi, jika saya bukan lagi orang yang sama, siapakah saya sesungguhnya?
Sejumlah orang akan mengalami pergulatan dengan sejumlah pertanyaan, yang bahkan ada kalanya lebih bagus dari pertanyaan yang tadi. Dorongan-dorongan dalam diri manusia, baik dalam bentuk paradoksi maupun kontradiksi, atau konflik-konflik ilmiah, sudah sejak lama berpengaruh di dalam kehidupan agama, filsafat, ataupun ekonomi. Ia merupakan sumber yang tidak kering-keringnya bagi para penulis novel dan drama. dan merupakan salah satu titik perhatian dunia psikoterapi.
Secara khusus, psikoterapi memang telah menyajikan sejumlah model jawaban yang sangat bagus bagi pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan, dalam upaya untuk mengenali diri kita sendiri secara lebih baik.
Kita tentu pernah mengalami digerakkan, atau didorong, ke arah yang sesungguhnya tidak kita kehendaki, lalu kita merasa resah, gelisah, dan terpaksa. Kita mungkin merasa tertekan, menjadi mudah marah, cemas tanpa sebab, dan berusaha mencari jawaban : pa yang sesungguhnya kita inginkan. Perasaan marah itu sendiri tidak ada jeleknya, bila kita memang sudah tak tahan lagi. Semuanya tergantung pada keadaan, kelayakan, dan keterlibatan kita dengan realitas sebuah situasi. Anda, misalnya, bisa sepenuhnya benar dalam memutuskan sebuah hubungan, bila mitra Anda memang jahat sekali. Masalahnya tidak terletak pada tindakan, tetapi pada bagaimana Anda melakukan pilihan, menjawab sebuah tantangan, atau bereaksi. Dengan kata lain, bisakah Anda memilih utnuk tidak bertindak, apapun yang ada dalam pikiran dan perasaan Anda?
Pertanyaan di atas tidak hanya memberikan kepada anda kesempatan lebih luas untuk mengikuti cara yang Anda inginkan, ketimbang menuruti dorongan dalam diri Anda, yang lebih bersifat manipulatif. Kadang-kadang, terutama bila "diri-pedalaman" atau pikiran yang ada dalam diri kita itu serius, mereka akan mencoba utnuk menggiring Anda ke dalam suatu kesulitan: misalnya ke rumah sakit atau ke penjara!
Jadi, kenapa kita harus mengenali diri kita? Barangkali saya akan bertanya kembali: jika bukan kita sendiri yang mengenali diri kita sendiri, lalu siapa yang lebih mengenali kita sendiri? Sesungguhnya, tujuan dari kita mengenali diri kita sendiri adalah untuk lebih memahami diri sendiri dan menciptakan suatu kesadaran yang kuat dalam diri kita untuk menjalani hidup dan menghadapi berbagai masalah dalam hidup kita ini. Dan akhirnya mengembangkan diri kita menjadi suatu kepribadiaan yang disiplin, yang akan membantu kita menuju ke arah sukses!
Lalu bagaimana caranya utnuk mengenali diri kita sendiri? Banyak sekali cara untuk mengenali diri kita sendiri, saya akan meng-posting-nya di blog ini apabila saya telah mendapatkan informasi-informasi yang berhubungan, baik dari buku-buku psikologi, majalah, serta dari internet. Saya bertujuan untuk membantu Anda untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan menciptakan ketentraman hidup. Saya sendiri juga menginginkan hidup yang sukses dan bahagia. Maka disini kita harus mulai berusaha bersama-sama.
Akhir kata, makin banyak kita mempelajari "diri" yang berbeda-beda, maka makin jarang kita menilai sesuatu hanya berdasarkan "hitam-putih".
baca selengkapnya...

Melatih Untuk Berpikir Secara Kreatif

SANGATLAH tepat apabila dikatakan bahwa kunci setiap keberhasilan dari suatu usaha, dihasilkan dari pola berpikir yang kreatif. Kata yang sederhana memang, namun memberi hasil yang luar biasa, karena dengan berpikir kreatif, kita bisa menikmati kemajuan teknologi, ekonomi, industri dan bidang lainnya.
Lalu, bagaimana cara kita melatih untuk bisa berpikir kreatif? Berikut ini beberapa tips yang harus menjadi kebiasaan orang agar terbiasa berpikir kreatif.

  1. Optimis dalam bertindak
    Sesuatu yang bisa dilakukan seorang manusia, yakinlah siapapun bisa melakukannya, termasuk diri kita! Mulailah berpikir optimis bahwa sesuatu pekerjaan yang akan dihadapi "pasti" bisa dilakukan dan bukan "mungkin" bisa dilakukan. Pola berpikir seperti itu melatih kita untuk tidak menyerah dan bertanggung jawab untuk harus "bisa" dilakukan. Kita menjadi lebih berani untuk masuk ke dalam suatu tantangan dan melatih memeras otak untuk dapat mewujudkan tekad.
  2. Tinggalkan cara berpikir konservatif
    Berani mencoba adalah awal mula keberhasilan. Sesuatu yang tampaknya tidak mungkin, pada kenyataannya akan berbicara lain setelah satu langkah penting; mencoba! Kekhawatiran terhadap suatu perubahan adalah musuh terbesar bagi orang yang berpikir kreatif. Bagi kaum konservatif perubahan adalah tabu, yang menjadikan mereka khawatir mengalami kerugian, bahkan dianggap ancaman, karena telah terbiasa nyaman dan menguntungkan dengan keadaan yang lama. Mulailah berpikir dinamis, inovatif hingga terbiasa dengan pola berpikir yang efisien. Selalulah terbuka terhadap segala macam masukan yang merupakan bahan mentah yang bisa kita olah menjadi sesuatu yang baru, inovatif, dan kreatif.
    Jadi tak ada kamusnya bagi orang yang berpikir kreatif harus berdiam diri, tetapi harus proaktif dalam arti menjemput bola dalam menghadapi sesuatu. Berbuat proaktif berarti membuat diri bebas memilih dalam bertindak, tentunya dengan perhitungan yang matang. Cobalah lakukan hal-hal baru yang belum pernah dicoba untuk memperkaya diri kita hingga mendapatkan suatu pengalaman. Terkadang di atas kertas seseorang sulit untuk melakukan hal-hal baru yang belum pernah dicoba atau belum berpengalaman, namun pada kenyataannya lebih banyak yang berhasil melakukannya daripada yang gagal, disebabkan keseriusannya untuk berhasil, tabu untuk meraih kata gagal, dan ini hanya dapat dicapai oleh dukungan pola berpikir yang kreatif!
  3. Hindarkan pola berpikir "gengsi"
    Seperti halnya pola pikir konservatif, gengsi adalah penghambat besar untuk orang-orang yang ingin berpikir kreatif. Wajar memang orang merasa malu melakukan hal-hal yang sepertinya bukan merupakan levelnya, namun tentunya kita lebih mengagumi seseorang yang berani action dengan segera dari pada orang yang hanya jalan di tempat sambil menunggu kesempatan menghampiri tanpa berbuat apa-apa hanya karena gengsi melakukan yang dalam pikirannya "malu-maluin" atau sepele. Perlu disadari, sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil atau sederhana.
    Teknologi sekarang yang sedemikian canggih, dulunya dimulai dari para penemu-penemu dunia yang pada saat langkah awal mereka terkadang menjadi bahan tertawaan dan cemoohan orang. Bahkan jika kita pelajari biografi para konglomerat dunia, termasuk negeri kita, mereka memulai langkah awal dengan hal-hal yang menurut kita gengsi dilakukan! Jadi perkokoh mental kita untuk tidak gengsi atau malu karena tidak ada yang akan mencibir apabila apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang positif, inovatif, dan kreatif.
  4. Jagalah kuantitas dan kualitas pekerjaan
    Sudah saatnya berpikir bahwa suatu pekerjaan atau teknologi akan selalu berubah ke arah yang lebih baik dan efisien. Kita pun yang ingin berpikir kreatif jangan cepat merasa puas dengan hasil yang ada. Kemungkinannya adalah perbaiki cara yang ada dengan yang lebih efisien, walaupun masih memberikan hasil yang sama, namun langkah efisien sudah memberikan poin positif. Kemungkinan lain adalah cara yang efisien memberikan hasil yang lebih baik. Dua kemungkinan yang sama-sama luar biasa. Sebaliknya, semakin cepat merasa puas berarti menutup diri terhadap pekerjaan lain yang dapat memperkaya perkembangan pemikiran, berarti tidak membuka tantangan baru, tidak tertuntut untuk berpikir cerdas dan kreatif.
    Cobalah selalu meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil pekerjaan yang ada. Sekecil apapun pekerjaan jangan sekali-kali diabaikan, karena hal itu bisa jadi pendukung mutlak untuk pekerjaan yang besar. Kualitas yang baik mencerminkan keterampilan dalam bekerja, dan bekerja dengan baik mencerminkan kualitas kita dalam berpikir. Semakin tinggi kualitas hasil kerja, semakin tinggi kualitas dalam berpikir.
    Selanjutnya, semakin efisien suatu pekerjaan akan mengakibatkan kelonggaran waktu. Sudah saatnya untuk menambah volume pekerjaan, baik dengan pekerjaan yang sama atau kegiatan lain. Keberanian untuk menerima tambahan pekerjaan melatih kita untuk berpikir lebih kreatif dengan lebih meningkatkan daya berpikir. Cobalah untuk tidak mengeluh dengan setumpuk pekerjaan, sebab itu adalah tantangan yang seharusnya sudah diyakini bakal mampu diselesaikan. Yang sedikit bisa ditangani, yang banyak tentu bakalan bisa juga!
  5. Malu bertanya sesat di jalan
    Diawali dengan sebuah pertanyaan, manusia berhasil mencapai bulan, membangkitkan listrik, menemukan obat-obatan, membuat senjata yang dahsyat, dan lain sebagainya. Proses bertanya menunjukkan pikiran kita dapat kondisi dinamis. Tanpa disadari benak kita yang dipenuhi pertanyaan adalah saat-saat pola berpikir kritis dan kreatif sedang diuji. Bertanya bukan berarti bodoh, rasa ingin tahu yang besar berarti semakin melatih pikiran untuk menjalin pola-pola masalah yang dipertanyakan menjadi suatu bentuk yang merupakan jawaban. Jadikan bertanya sebagai sarana mengembangkan daya kreativitas pikiran. Dengan bertanya, pemikiran kita akan bertemu dengan pemikiran orang lain yang dapat memperkaya cakrawala berpikir, dan dapat menghilangkan kecerobohan bahwa "pikiran kitalah yang paling benar".
  6. Jadilah pendengar yang baik
    Dalam menghadapi kesulitan hidup, semakin kaya seseorang relatif lebih tenang dibandingkan dengan yang serbakekurangan. Kekayaan bukan saja dalam hal harta, namun kekayaan informasi bisa mengalahkan ketenangan si kaya harta. Keterbukaan dalam menerima informasi melatih pikiran untuk merespons suatu masalah berdasarkan konsep-konsep pikiran yang kita miliki. Menjadi pendengar yang baik berarti memahami betul maksud dari informasi yang diterima sehingga memberi kesempatan pada pikiran kita untuk melatih mengolah informasi tersebut dan merespons sesuai dengan yang dikehendaki dunia luar.
(berbagai sumber)
baca selengkapnya...

Friday, March 09, 2007

Lakukanlah Sekarang Juga!

Penundaan melakukan suatu pekerjaan adalah hal yang sudah menjadi kebiasaan sebagian besar orang-orang tanpa kecuali. Bahkan bagi beberapa orang, hal ini sudah menjadi masalah kronis. Tapi bagaimanapun juga, hasilnya tetap sama: waktu yang terbuang, kesempatan yang hilang, prestasi buruk, kepercayaan diri rendah dan stress yang meningkat. Menunda pekerjaan adalah membiarkan tugas-tugas yang tidak menjadi prioritas "menggantikan" tugas-tugas yang seharusnya jadi prioritas. Misalnya saja sibuk telpon-telpon berjam-jam dengan teman atau pacar, padahal tahu kalau besok ada PR yang harus segera diselesaikan. Atau menonton TV padahal ada tugas rumah yang harus dikerjakan. Kita semua nampaknya oke-oke saja kalau mengerjakan pekerjaan yang kita sukai. Tapi kalau dihadapkan ke pekerjaan yang dianggap sulit, merepotkan, dan semacamnya, kita bisa malah menunda pekerjaan itu. Kita selalu punya "cara" untuk membodohi diri kita sendiri. Berikut ini adalah alasan-alasan yang biasa dikeluarkan : "Saya akan menunggu sampai mood saya muncul untuk mengerjakan itu""Ah tidak apa-apa menyimpang sedikit hari ini, toh besok tidak lagi""Masih ada banyak waktu untuk menyelesaikannya.""Mengapa sih saya harus mengerjakan tugas sebanyak ini? Ini tidak adil.""Wah susah nih! Saya tidak tahu mulainya bagaimana.""Saya bekerja lebih baik di bawah tekanan (dekat deadline), jadi tidak perlu mengerjakannya sekarang.""Masih banyak pekerjaan lainnya yang harus dikerjakan lebih dulu."Jika dikatakan ke orang lain, alasan-alasan di atas memang tidak meyakinkan, tapi sebaliknya, jika kita mengatakannya ke diri kita sendiri, maka kita lama-lama bisa "percaya" dengan kebohongan itu sendiri. Penundaan adalah kebiasaan yang buruk. Kita semua tahu hal itu. Ada 2 penyebabnya, yang pertama adalah pemikiran negatif yang di pikiran kita untuk menjustifikasi penundaan tersebut. Sedangkan penyebab yang kedua akan pola perilaku kita sendiri. Jika dilihat lebih dekat, pemikiran negatif tersebut mencakup 3 isu dalam "taktik" penundaan : perfeksionisme, ketidakmampuan, dan rasa tidak nyaman. Remaja yang percaya bahwa mereka harus melakukan pekerjaan yang sempurna mungkin menunggu sampai semua sumber daya tersedia, atau secara terus menerus hanya menfokuskan diri pada menulis draft berulang kali. Kekhawatiran untuk berbuat sesempurna mungkin akan mencegah mereka untuk menyelesaikan semuanya tepat waktu. Tidak hanya itu, perasaan "saya tidak mampu" juga bisa menyebabkan penundaan. Remaja yang merasa dirinya tak mampu mengerjakan suatu tugas seringkali percaya bahwa mereka akan gagal sehingga menghindari pekerjaan itu, karena toh "saya akan gagal juga pada akhirnya, jadi sama saja." Terakhir, rasa takut akan perasaan tak nyaman yang diakibatkan oleh tugas-tugas tertentu yang dianggap merepotkan atau sedikit "menakutkan" (misalnya mewawancarai seseorang yang jauh lebih tua) bisa menyebabkan penundaan. Tapi pada akhirnya, semakin lama ditunda, semakin merasa tak nyamanlah ia.Nah, penyebab kedua adalah pola perilaku kita. Memulai suatu tugas yang dianggap sulit mungkin terlihat tidak mungkin. Jika itu terjadi berulang kali, maka penundaan pun menjadi seperti hal yang hampir tak mungkin dihindari. Sekali kita terbiasa menunda pekerjaan, maka akan sulit sekali melepaskan diri dari perilaku tersebut. Kita mungkin bahkan merasa lebih "nyaman" untuk mempertahankan sikap itu karena tidak mau berganti kebiasaan. Tapi jangan khawatir..jika ada kemauan, pasti ada jalan, bukan ? Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan jika kamu punya kebiasaan menunda pekerjaan :Berpikirlah secara positif. Motivasikan dirimu dengan berpikir : "Tidak ada waktu lagi seperti sekarang,", "Lebih cepat saya menyelesaikannya, lebih cepat pula saya bersenang-senang", "Lebih mudah jika saya melakukannya sekarang daripada menunggu keadaan memburuk."Jangan langsung ambil kesimpulan kamu akan gagal. Berpikir bahwa kamu tidak bisa mengerjakan apapun juga hanya akan menghambatmu. Sadarilah bahwa perkiraan-perkiraan negatifmu itu bukanlah fakta. Fokuskan dirimu pada yang sekarang saja.Buatlah tujuan yang jelas. Pikirkan apa yang kamu inginkan dan apa-apa saja yang harus dilakukan secara spesifik. Misalnya kamu ada deadline membuat makalah, buatlah jadwal dengan tujuan-tujuan realistis pada tiap langkahnya, misalnya mulai dari ke perpustakaan, riset bahan, fotokopi, membuat draft, mengetik, sampai menyelesaikannya. Buatlah prioritas. Tulislah di selembar kertas hal-hal yang harus dilakukan dengan skala prioritas dari yang paling penting sampai yang paling tidak penting. Semakin dekat deadline-nya, semakin tinggi skalanya. Kerjakanlah semuanya berurutan, karena kalau tidak, daftar itu menjadi sia-sia.Bagilah tugas-tugas yang berat atau kurang menyenangkan menjadi beberapa bagian. Kamu akan merasa lebih nyaman jika melakukannya satu per satu. Jadilah orang yang terorganisir. Pastikan semua hal yang kamu butuhkan untuk mengerjakan tugas sudah siap ketika kamu mulai mengerjakannya. Punya organizer juga akan sangat membantu. Gunakan "pengingat". Baik dengan organizer elektronik yang ada alarm-nya, HP yang ada reminder-nya, atau berbagai catatan kecil yang kamu bisa taruh di cermin, dinding, pintu, dashboard mobil, kulkas, dan tempat-tempat lain yang pasti kamu lihat setiap hari. Semakin sering kita ingat, maka akan kita akan semakin "patuh" pada rencana yang sudah dibuat.Terakhir, berilah hadiah pada dirimu sendiri ketika kamu telah selesai mengerjakan tugasmu, atau bagian dari tugasmu. Perayaan punya efek yang kuat untuk mengembangkan sikap "lakukan itu sekarang." Tersenyumlah dan biarkan dirimu menikmati selesainya pekerjaanmu. Jangan menganggap satu langkah itu hal yang remeh. Ingat, kamu telah makin dekat pada tahap akhir. Jadi, apalagi yang kamu tunggu? Bekerjalah sekarang juga!
Sumber : DetikHot
baca selengkapnya...

Friday, February 09, 2007

Jadilah Diri Sendiri!

Jadilah diri sendiri, sudah hilang masa dimana manusia hidup dalam ketakutan akan pandangan orang lain. Bagiku orang seperti itu adalah orang yang hidup menderita, sedang aku sedang berusaha menjadi manusia yang sebenarnya. Tidak ada manusia yang selalu benar di muka bumi ini, maka kenapa takut berbuat salah. Yang penting memang itulah kita apa adanya. Tak ada yang salah dengan pernyataan itu, karena kita akan dapat apa yang kita inginkan dan kita akan mendapatkan hidup yang lebih berarti. Bakat..! Aku yakin semua orang memilikinya. Hanya saja, ada mereka yang tidak mengetahui bakatnya, atau lingkungan tidak menerima bakat itu sehingga kini mereka harus menjalani hidup yang membosankan. Hari demi hari dilalui begitu saja tanpa peningkatan dan makna saat mereka menjalaninya.
Sedangkan mereka yang lain lebih beruntung, karena kemampuan terbaik mereka tersalurkan. Christiano Ronaldo dengan sepak bolanya, Michael Jordan dengan basketnya, Zhu Ge Liang dan Jenderal Arthur dengan taktik perangnya, Mariah Carey dengan suaranya, Leonardo Da Vinci dengan lukisannya, Einstien dengan penelitiannya, Eminem dengan music rap dan bahasa kasarnya, bahkan Dorce mampu mengasuh 1500 anak yatim piatu setelah menjadi wanita, serta masih banyak lagi nama-nama yang menjalani hidup yg bermakna sesuai dengan bakat dan kata hatinya. Resiko dalam hidup adalah hal yang pasti, jika kita memilih jadi pengecut maka jadilah pengecut sampai kita mati.
Postingan ini bermaksud membuat pembaca menjadi seperti yang ada pada dirinya, maksudku agar menjadi orang yang hidup lebih bermakna dan dapat mengembangkan bakat taupun kemampuan yang ada pada dirinya. Percayalah jika kita mengikuti kata hati, merencanakan dengan matang dan sedikit keberuntungan, kita akan bisa mencapai hidup yang lebih bermakna.
baca selengkapnya...

Thursday, February 08, 2007

Tipe Manusia

Sehubungan dengan kehidupan, bisa kita amati adanya tiga tipe manusia, yaitu: yang ‘menghadapi kehidupan’, yang ‘menjalani kehidupan’, dan yang ‘menghidupi kehidupan’.
Tipe yang pertama, yang ‘menghadapi kehidupan’.
Ia akan menempatkan kehidupan ini sebagai sesuatu yang untuk dihadapi secara frontal, dengan gagah-berani, dengan menyingsingkan lengan-baju dan memasang kuda-kuda. Baginya, kehidupan adalah sebuah tantangan, pergumulan, perjuangan bahkan pertempuran tiada henti. Dan oleh karenanya, mereka harus kuat, harus tabah, harus cerdik, sebab bila tidak, mereka bisa saja digilas habis oleh kehidupan ini. Menghadapi kehidupan sebagai ‘musuh’ yang harus ditundukkan seperti ini, dengan sendirinya mereka menganut pola kalah-menang ataupun pola untung-rugi. Mereka merasakanhanya ada dua kemungkinan dalam kehidupannya: memenangkannya, atau dikalahkannya. Oleh karenanya, mereka tampak sangat dinamis, bersemangat, penuh vitalitas, sehingga hampir selalu meletup-letup dan berkobar-kobar.
Tipe kedua, yang ‘menjalani kehidupan’.
Mereka menempatkan kehidupan ini sekedar sebagai sesuatu yang mesti dijalani. Tidak seperti yang sebelumnya, mereka tidak mengenal pola kalah-menang. Mereka tidak menempatkan kehidupan sebagai ‘musuh’ yang harus dihadapi, melainkan sekedar untuk dijalani, dilangsungkan. Mereka inilah yang mungkin memperdengarkan slogan hidupnya sebagai ‘mengalir di dalam sungai kehidupan’, ‘pasrah di dalam menjalani kehidupan’, atau yang sejenis itu. Mereka cenderung menyelaraskan-dirinya dengan derap-langkah dan irama dari kehidupan itu sendiri, sehingga tampak harmonis dengan kehidupan. Baginya, tidak ada yang menantang pun yang perlu ditantang. Sebagai kontras dari yang sebelumnya, mereka hanya mengikuti kemanapun aliran kehidupan membawanya; tanpa penolakan pun pengharapan muluk-muluk, sehingga mereka bisa menerima kehidupan‘seperti apa ia adanya’. Oleh karenanya merekacenderung kelihatan adem-ayem, loyo, tenang, bahkan bisa kelihatan tanpa gairah-hidup.
Tipe yang ketiga, yang ‘menghidupi kehidupan’.
Ia memposisikan kehidupan di antara kedua tipe sebelumnya. Mereka tidak menempatkan kehidupan sebagai sesuatu yang untuk dijalani pun dihadapi, melainkan dihidupi. Oleh karenanya, mereka terkadang bisa kelihatan menggebu-gebu, penuh semangat dan vitalitas, dan terkadang bisa kelihatan adem-ayem, tanpa gairah-hidup, walaupun sebetulnya mereka penuh penghayatan akan kehidupannya pun bentuk-bentuk kehidupan lainnya. Kebanyakan hari-hari mereka, mereka lalui dalam keheningan. Mereka, terdiri dari para bijaksanawan, rokhaniawan, ataupun paramuliawan. Dan oleh karenanyalah pantas buat ‘di-guru-kan’. Yang seperti ini, memang sudah kian langka di dunia.
Nah.... sekarang, bila kita —Anda dan saya—mencoba memberanikan diri berdiri di depan ‘cermin kehidupan’ ini, kita ini tergolong tipe mana? Yang pertama, kedua ataukah ketiga? Bagaimana wajah kita di depancermin ini?
sumber : mailist awareness@yahoogroups.com
baca selengkapnya...

Monday, January 29, 2007

Arti Cinta dan Mencintai - Bagian 2

  • Cinta adalah keabadian... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata,sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.
  • Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Itulah dahsyatnya cinta.....
  • Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dirinya.
  • Kita tidak akan pernah tahu bila kita akan jatuh cinta. Namun apabila sampai saatnya itu, raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya di hatinya.
  • Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut kemulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.
  • Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.
  • Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir. Karena cinta sesuatu yang membawa keindahan dan kebahagiaan di dalamnya.
  • Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar,tambah lari... Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kita tidak mengharapkannya.
  • Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya.
  • Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.
  • Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang"sempurna" bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
  • Jangan pernah bilang "I love you" kalau kita tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada.
  • Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya.
  • Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kita lakukan hanya berbohong.Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta,sementara kita tidak berniat untuk menangkapnya...
  • Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku". Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini". Bukan"Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok". Bukan"Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".
  • Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kita sudah bersama maupun berapa sering kita bersama, tapi apakah selama kita bersama, kita selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
  • Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kita inginkan dan menyayat sedalam yang kita ijinkan.Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
  • Caranya jatuh cinta ......jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa. berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
  • Memang sakit melihat orang yang kita cintai sedang berbahagia dengan orang lain, tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kita cintai itu tidak berbahagia bersama kita.
  • Cinta akan menyakitkan ketika kita berpisah dengan seseorang, lebih menyakitkan apabila kita dilupakan oleh kekasih, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kita sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kita rasakan.
  • Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kita dan kita sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya.
  • Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi , biarkan dia pergi....
  • When you think , love is blind the love still life in your mind. When you have the passion of loveyou will find the time for it!
  • Love isn't always an easy road to traverse. If you've found yourself confused about your path, take a minute and let love help you find your way.....
  • Love is sweet. Love needs sweat. But sweat is not sweetbut sweet is reached with sweat.
  • Cinta adalah semangat, cinta adalah kepercayaan, cinta adalah energi yang tak bisa dimusnahkan ia hanya bisa berubah bentuk.
  • Cinta memang tak harus memiliki, karena mencintai berarti memberi tanpa pernah meminta .
baca selengkapnya...

Saturday, January 27, 2007

Arti Cinta dan Mencintai - bagian 1

Apa arti dari Cinta dan apa pula arti dari Mencintai? Ada yang mengatakan bahwa DICINTAI adalah suatu kebahagian dan MENCINTAI adalah suatu kesengsaraan. Bagaimana pula menurut anda? Kalau menurutku, dicintai akan bahagia jika orang yang mencintai kita adalah orang yang kita cintai. Dan mencintai itu tidak akan sengsara jika orang yang kita cintai juga mencintai kita... Ha ha... Itulah yang namanya saling mencintai. Jadi, mulai sekaranglah anda harus memperhatikan orang yang selama ini ada di sekitarmu, mungkin saja ia adalah orang yang sedang mencintaimu dan bisa saja dia juga orang yang kamu cintai. Kalau ingin tahu, tanyakan saja langsung pada dia... :p Peace! Dalam hidup ini, banyak sekali hal yang sebenarnya kita sudah mengetahuinya, hanya saja kita telah melupakannya. Atau bisa saja kita telah di-buta-kan oleh cinta, kan kata orang cinta itu buta! Kita hanya perlu mengingat kembali hal-hal tersebut dan menyadari keadaan kita... Mungkin hal-hal itu bisa berupa yang di bawah ini, saya akan berusaha mendeskripsikannya...

  • Detak jantung terus berlantun, langkah kaki tetap terpadu dalam lembaran penuh warna kehidupan. Angan-angan yg terpendam akan terwujud, cita-cita yg tinggi akan tercapai dengan usaha serta keriangan dan kesungguhan. Itulah arti dari mencintai diri sendiri!
  • Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita. Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya meng-anugerah-kan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta...
  • Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kita masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kita masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya lagi, jika kita masih tidak dapat melupakannya.
  • Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya, dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan!!!
  • Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.
  • Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang hingga dia meninggal dunia dan akhirnya kita terpaksa mencatatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaiknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenak kita itu sekarang selagi ada hayatnya.
  • Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.
  • Akan tetapi, hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU!! Kemungkinan apa yang kita sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan apa yang kita benci tersimpan kebaikan di dalamnya.
  • Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintai kita, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kita tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cinta itu kepadanya.
  • Seandainya kita ingin mencintai atau memiliki hati seseorang ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kita mencium harum mawar tersebut, tetapi ada kalanya kita merasakan duri mawar itu menusuk jari kita.
  • Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kita harus membiarkannya pergi.
  • Kadangkala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati, sehingga kita kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi. Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya. Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, sekiranya kita benar-benar mencintainya setulus hati.
  • Cinta kepada harta tandanya serakah, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana, cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Taqwa.
  • Lemparkan seseorang yang sedang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan kembali dengan membawa seekor ikan. Lemparkan pula seseorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.
  • Seandainya kita dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tidak berbeda dengan gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.
  • Cinta adalah keabadian... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki. Siapapun bisa menghayati cinta, tetapi tidak seorangpun bisa menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan!!!
baca selengkapnya...

Wednesday, January 03, 2007

12 Kemahiran Belajar

  1. Pelajar Dan Pemelajaran
    Pelajar perlulah mengetahui apakah tujuan mereka belajar iaitu sama ada untuk mendapatkan ilmu dan kecermerlangan ataupun belajar kerana mengikut rakan-rakan sahaja.Dengan ini para pelajar akan sedar tentang tanggungjawab mereka sebagai pelajar.
  2. Pengurusan Diri
    Para pelajar mestilah boleh menguruskan diri sendiri serta menyesuaikan diri dengan persekitaran persekolahan dan pembelajaran yang stabil. Pelajar perlu menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyeronokkan untuk menuntut ilmu.
  3. Mengurus Masa
    Pelajar mesti berupaya menjadwalkan masa untuk belajar, beriadah, bergiat dalam kegiatan ko-kurikulum, menonton televisyen dan sebagainya. Pelajar juga mestilah berkebolehan mengingati sesuatu dalam jangka masa yang lebih panjang.
  4. Kemahiran Merancang
    Kemahiran merancang semua aspek hidup amat penting, misalnya pelajar mestilah tahu apa yang telah dan akan dilakukan. Oleh itu, pelajar mestilah mempunyai arah dan tujuan yang positif.
  5. Kemahiran Berpikir
    Untuk menjadi pelajar yang berjaya, pelajar mesti berpikiran secara kritis dan positif. Kemahiran berpikir ini harus dipelajari dan dipraktekkan.
  6. Kemahiran Belajar
    Belajar bukanlah sesuatu yang mudah tetapi bukanlah sesuatu yang sukar. Untuk menjadikan belajar itu mudah, para pelajar mestilah menguasai kemahiran belajar yang sistematik.
  7. Kemahiran Membaca
    Boleh dikatakan semua pelajar boleh membaca tetapi tidak ramai yang boleh membaca dengan pantas, dan dalam masa yang sama dapat memahami dan mengingati apa yang dibaca.Oleh itu, para pelajar mestilah menguasai kemahiran membaca dengan sebaik mungkin.
  8. Kemahiran Membuat Nota
    Terdapat pelbagai cara dan kaedah membuat nota, tetapi yang penting, nota yang anda buat mestilah memudahkan anda memahaminya. Jika kita hanya membaca atau menyelidik tanpa mencatatnya di dalam buku nota, kesannya tidak akan sampai ke mana dan tidak bertahan lama.
  9. Kemahiran Menyelidik
    Bagi memahami dan mendalami ilmu pengetahuan, setiap pelajar mesti mahir merujuk dan menyelidik sama ada daripada buku- buku, akhbar, majalah, membuat temu ramah, dan sebagainya.
  10. Kemahiran Menyampaikan
    Setelah anda membaca, berfikir, belajar dan membuat nota, seharusnya anda mahir pula menyampaikan kembali apa yang anda fahami dengan berkesan sama ada dalam bentuk tulisan mahupun lisan.
  11. Teknik Pemeriksaan
    Setiap pelajar akan dinilai melalui pemeriksaan. Oleh itu, pelajar mesti berkebolehan menguasai teknik-teknik peperiksaan seperti keupayaan menganalisis soalan, mengetahui takrif soalan dan menjawab soalan.
  12. Kemahiran Menilai
    Pelajar mesti berupaya menilai kelemahan dan kekuatan diri sendiri di samping sentiasa berusaha memperbaiki segala kelemahan diri. Jangan sesekali menyalahkan orang lain jika kita gagal. Adalah lebih baik kita menyalahkan diri sendiri dan melihat kelemahan-kelemahan diri dan seterusnya bertekad untuk berjaya.
baca selengkapnya...

Friday, November 17, 2006

Andai Kita Tahu Sebelumnya!

Ada banyak hal bodoh yang kita lakukan yang membuat kita berharap sudah tahu sebelumnya agar tidak melakukannya! Ada beberapa yang ringan, ada yang serius, tapi semuanya benar. Inilah beberapa yang terbaik :
  • Jangan selalu menunggu orang lain.
  • Ibumu pasti sudah tahu kalau kau perokok.
  • Jangan pernah jatuh cinta kepada seseorang yang tinggal lebih dari 1000 kilometer jauhnya. Biasanya tidak berhasil.
  • Kalau menyakitkan, JANGAN MELAKUKANNYA LAGI!
  • Sesuatu yang tak membunuhmu bisa mebuatmu lebih kuat.
  • Berbicara di depan umum semakin mudah jika latihan dulu.
  • Sepuluh tahun dari sekarang, apa yang kita ributkan tak akan ada artinya lagi.
  • Semua yang terbuat dari emas tak selalu berkilau.
  • Jerawat selalu muncul saat kau tak menginginkannya.
  • Selalulah tinggal seusai sekolah karena di situlah persahabatan terjalin.
  • Saat ragu, merunduklah. Saat yakin, tak perlu, karena kau sudah kepalang basah.
  • Kalau kau tidak hidup (maksudku benar-benar hidup), berarti kau sudah mati.
  • Hanya karena seseorang menggodamu tiada henti, belum pasti ia menyukaimu.
  • Kadang-kadang orang pintar dapat melakukan hal yang amat sangat bodoh!
  • Berbuat baik pada orang akan banyak manfaatnya bagi dirimu.
  • Satu-satunya orang yang dapat benar-benar kau cintai biasanya ada tepat di hadapanmu.
  • Jangan PERNAH membiarkan lawan jenis membuatmu melepaskan nilai-nilai yang selama ini kau anut. Jangan pernah.
  • Semua bisa saja terjadi! (dikatakan oleh Michael Faraday).
  • Kalau kau mulai menyukai seorang gadis, teman sekamarnya akan segera mulai menyukaimu.
  • Orangtua tak akan ada selamanya, dan kau harus menghargai mereka saat mereka ada.
  • Jangan melakukan sesuatu kalau risikonya lebih besar daripada ganjarannya.
  • Pikirlah baik-baik sebelum bertindak.
  • Bermimpi dan mewujudkan bisa saja dilakukan bersamaan.
  • Kehidupan berlalu cukup cepat, tapi tak terlalu cepat sehingga kau pasti masih bisa melambat untuk menikmatinya.
  • Lakukan sesuatu daripada menunggu hingga kehidupan membaik.
  • Kau sebaiknya BENAR-BENAR melakukan apa yang harus dilakukan SEKARANG, jangan nanti. Menunda adalah cara termudah, tapi bukan yang paling menguntungkan.
  • Kalau nalurimu melarangmu melakukan sesuatu, jangan lakukan. Nalurimu tidak bodoh!
  • Kalau ia tak menghormatimu, maka kau tak perlu meluangkan waktu untuknya.
  • Jangan main lempar pisau, kecuali kalau kau benar-benar ahli.
  • Kalau pertama kau gagal, coba lagi. Lalu, menyerah. Tak usah meributkan hal itu.
  • Tuhan tidak menciptakan barang jelek.
  • Suatu hari kau akan menengok ke masa lalu dan semuanya akan tampak lucu.
  • Kau tak pernah tahu bahwa kau sedang membuat kenangan.
  • Hati bisa sembuh dan kau akan merasakan cinta seperti ini lagi___hanya saja saat kau merasakannya lagi, kau menyangkal bahwa kau pernah mencintai seperti ini sebelumnya.
  • Tak ada yang perlu dipermasalahkan kalau kau tak memiliki orang yang dicintai untuk berbagi. Saudara-saudaramu sangatlah berharga. Kalau kau tak mengetahuinya sekarang, kau akan mengetahuinya kelak___percayalah!
  • Kalau kau bisa menertawakan diri sendiri, kau akan baik-baik saja.Kalau kau membiarkan orang lain tertawa bersamamu, kau pasti hebat!Jangan pernah SENGAJA mengganggu orang yang sedang tidur nyenyak!! karena dia akan sangat membencimu pada saat itu!!!
baca selengkapnya...

Monday, October 23, 2006

Inspirasi Selepas mengalami Kegagalan

Kata-Kata Inspirasi Selepas Mengalami Sesuatu Kegagalan

Manusia yang berjaya akan memperolehi keuntungan daripada kesilapannya, dan mencoba lagi dengan cara yang lain.

Kegagalan bermakna bahwa anda belum berjaya lagi.

Ingatlah bahwa anda boleh gagal dalam apa saja dalam hidup asalkan tidak menjadi seorang yang gagal.

Kegagalan bukan bermakna anda tidak mencapai apa-apa. Ia bermakna anda telah mempelajari sesuatu.

Uang bukanlah segala-galanya, namun ia pasti menjadi penghubung dengan anak-anak anda.

Kebanyakan orang masih bergantung pada kerja-kerja yang bergaji rendah kerana mereka takut gagal jika mencoba kerja lain.

Kesilapan adalah bukti bahwa seseorang itu telah mencoba membuat sesuatu perkara atau pekerjaan.

Kesilapan mengajar kita tentang apa yang perlu kita pelajari selepas itu.

Apa yang anda pelajari selepas kegagalan saja yang dikira. Kegagalan itu sendiri tidak dikira.

Anda tidak gagal. Anda hanya menemui cara yang tidak berkesan.

Kesilapan adalah realiti kehidupan yang penting adalah tindak balas terhadap kesilapan itu.

Jika anda inginkan sebuah tempat di matahari, bersedialah untuk terbakar.

Anda tidak harus berkata KENAPA SAYA? Anda seharusnya bersyukur karena ANDA telah dipilih.

Malah kesilapan pun mungkin menjadi perkara penting bagi menjamin kejayaan yang bernilai.

Sekiranya anda mau mengambil seorang pekerja, pastikan dia pernah gagal sebelumnya.

Kegagalan bukan bermakna anda tidak berusaha bersungguh-sungguh. Kegagagalan itu hanya bermakna anda perlu mengambil masa yang lebih lama untuk berjaya.

Sekiranya kita bersaing dengan diri kita sendiri dan kita mengalami kegagalan, siapakah yang menang? Pikirkanlah!.

"Lulus" dan "Gagal" adalah cara lama mengkategorikan seseeorang. Cara baru ialah "pengetahuan" dan "Kejahilan".

Jangan takut dan segan untuk setiap tindakan yang anda lakukan. Seluruh kehidupan adalah satu ujian.

Mungkin tiada kegagalan bagi orang yang terus berjuang.

Ramai orang mencari tempat yang selamat, tetapi akhirnya tersangkut!

Impian yang tidak terlaksana adalah impian yang terpenjara oleh musuh nomor satu-yaitu takut GAGAL!!

Tiada siapa yang berhak men-cap anda sebagai orang yang gagal, kecuali diri anda sendiri.

Sekiranya anda menemui sebuah laluan tanpa halangan, ia mungkin tidak membawa anda ke mana-mana.

Kesilapan-kesilapan memberitahu kita tentang apa yang perlu kita pelajari.

Apabila anda telah sampai ke penghujung tali......dan tiada lagi simpulan untuk bergantung......lompatlah ke tali yang lain.

Kegagalan hanyalah satu peluang untuk anda mencoba lagi untuk berjaya!!.

Orang yang kurang berani untuk memulakan sesuatu, sebenarnya telah tewas!!.

Kita tidak mungkin dapat mempelajari sesuatu hal kecuali kita bersedia untuk gagal terlebih dahulu.

Cara yang terbaik untuk belajar untuk menjadi pemenang ialah belajar daripada orang-orang yang pernah kalah atau tewas dalam sesuatu pertandingan, perbuatan atau sebagainya.

Kegagalan dalam hidup adalah menjadi seorang yang tidak belajar dari kegagalannya itu.

Sekali gagal, tidak bermakna anda telah tewas,.....anda hanya tewas apabila anda telah berputus-asa.

Hanya orang yang berani GAGAL DENGAN TERPURUK yang mempunyai harapan untuk BERJAYA DENGAN HEBAT sekiranya dia mempelajari sesuatu daripada kegagalannya itu.

Kesilapan adalah sebagian dari hutang yang perlu dibayar sepanjang hidup.

Hadiah paling berharga hanya diberikan kepada orang yang menemui kegagalan tetapi dia tidak pernah mundur atau berputus-asa.

Setiap orang mempunyai keazaman yang kukuh untuk mencapai matlamat sehingga mampu menepikan kegagalan dalam usaha tersebut.

Orang yang kalah membayangkan hukuman bagi kegagalan. Orang yang menang membayangkan ganjaran bagi setiap kejayaan.

Terseradung bukannya terjatuh.

Sekiranya anak-anak diasuh untuk takut mencoba sesuatu yang baru karena takut akan kegagalan, kelak mereka tidak akan menjadi orang berani.

Dalam percobaan-percobaan yang hebat, adalah dianggap cemerlang meskipun gagal.

Jika pada awalnya anda tidak berjaya, cobalah cari kembali arah haluan yang pernah anda lemparkan ke dalam tong sampah.

Apabila anda kaya, pikirkanlah saat-saat anda pernah miskin dahulu.

Kita memerlukan kegelapan untuk melihat bintang.

Hidup adalah satu kesilapan yang berterusan di mana kita belajar untuk menjadi sempurna.

Salah satu kesilapan besar yang boleh kita lakukan dalam hidup ini adalah sentiasa takut untuk melakukan kesilapan.

Jangan berputus-asa karena biasanya anak kunci terakhirlah yang dapat membuka pintu.

Sekiranya anda mengalami kegagalan lebih awal, kegagalan berikutnya kurang terasa pedih.

Kesilapan demi kesilapan membawa seseoarang menemui kebenaran hakiki.

Hal paling penting apabila berhadapan dengan keadaan yang kurang menyenangkan adalah dengan memberikan perhatian terhadap apa yang perlu dibuat selepas ini,bukannya mencari-cari-apa silapnya.

Kesulitan memunculkan sifat yang sebenarnya dalam diri manusia.

Apabila anda menginginkan pelangi, kenalah hujan dahulu.

Saya boleh menerima kegagalan karena setiap orang gagal dalam beberapa hal, tetapi saya tidak boleh menerima orang yang tidak berani mencoba.

Anda bukannya gagal.Anda hanya tidak tahu beberapa hal lagi.

Satu kesalahan tidak akan menjadi kesilapan bila anda membetulkannya.

Kegagalan tidak menjadikan anda seorang yang gagal bila anda tidak berputus-asa untuk mencoba lagi.

Saya tidak membedakan dunia menjadi yang lemah dan gagah,atau yang berjaya dan gagal,juga bukan di antara yang boleh melakukan sesuatu atau sebaliknya.Saya membedakan dunia kepada mereka yang belajar dan tidak belajar.

Perasaan takut untuk melakukan kesilapan menghalang seseorang dari mengesani potensi diri atau merasakan kehebatan dalam diri sendiri.

Setiap kegagalan adalah suatu pengajaran yang mendorong seseorang untuk mencoba pendekatan baru yang tidak pernah dicoba sebelum ini.

Jangan katakan kegagalan itu kesilapan.Katakan kegagalan itu adalah pelajaran.

Anda tidak akan mengetahu tentang diri sendiri menerusi kejayaan. Anda mengetahuinya menerusi kegagalan dan kesilapan.

Janganlah takut untuk mengakui kesilapan.Ia samalah seperti mengatakan bahwa anda lebih bijak pada hari ini dibanding dengan kemarin.

Kegagalan bukan bermakna anda seorang yang bodoh dalam mencoba. Ia bermakna anda mempunyai keberanian untuk melihat apa yang tidak boleh dilakukan!!!

PERINGATAN!!!
INI ADALAH SEBAGIAN DARI KATA-KATA PEMBANGKIT SEMANGAT SAJA DAN BUKAN FALSAFAH ATAU HADIS ATAU AYAT AL-QURAN. ANDA DISARANKAN SUPAYA MEMBACA KATA-KATA INI SEBAGAI PENGETAHUAN SAJA. AZASNYA, APAPUN PEKERJAAN YANG ANDA LAKUKAN HENDAKLAH DILAKUKAN BERSUNGGUH-SUNGGUH DAN TIDAK BERPUTUS-ASA DAN BERSERAH KEPADA ALAM APABILA ANDA TELAH BERUSAHA. SEMOGA ANDA AKAN BERJAYA!!.
selamat membaca!!

baca selengkapnya...