Tuesday, March 20, 2007
Persepsi Wanita
Posted by
Words
at
1:59 PM
0
comments
Labels: Opini
Wednesday, March 14, 2007
Tujuan Mengenali Diri Sendiri (Mengenal Diri Sendiri)
Sejumlah orang akan mengalami pergulatan dengan sejumlah pertanyaan, yang bahkan ada kalanya lebih bagus dari pertanyaan yang tadi. Dorongan-dorongan dalam diri manusia, baik dalam bentuk paradoksi maupun kontradiksi, atau konflik-konflik ilmiah, sudah sejak lama berpengaruh di dalam kehidupan agama, filsafat, ataupun ekonomi. Ia merupakan sumber yang tidak kering-keringnya bagi para penulis novel dan drama. dan merupakan salah satu titik perhatian dunia psikoterapi.
Secara khusus, psikoterapi memang telah menyajikan sejumlah model jawaban yang sangat bagus bagi pertanyaan-pertanyaan yang kita ajukan, dalam upaya untuk mengenali diri kita sendiri secara lebih baik.
Kita tentu pernah mengalami digerakkan, atau didorong, ke arah yang sesungguhnya tidak kita kehendaki, lalu kita merasa resah, gelisah, dan terpaksa. Kita mungkin merasa tertekan, menjadi mudah marah, cemas tanpa sebab, dan berusaha mencari jawaban : pa yang sesungguhnya kita inginkan. Perasaan marah itu sendiri tidak ada jeleknya, bila kita memang sudah tak tahan lagi. Semuanya tergantung pada keadaan, kelayakan, dan keterlibatan kita dengan realitas sebuah situasi. Anda, misalnya, bisa sepenuhnya benar dalam memutuskan sebuah hubungan, bila mitra Anda memang jahat sekali. Masalahnya tidak terletak pada tindakan, tetapi pada bagaimana Anda melakukan pilihan, menjawab sebuah tantangan, atau bereaksi. Dengan kata lain, bisakah Anda memilih utnuk tidak bertindak, apapun yang ada dalam pikiran dan perasaan Anda?
Pertanyaan di atas tidak hanya memberikan kepada anda kesempatan lebih luas untuk mengikuti cara yang Anda inginkan, ketimbang menuruti dorongan dalam diri Anda, yang lebih bersifat manipulatif. Kadang-kadang, terutama bila "diri-pedalaman" atau pikiran yang ada dalam diri kita itu serius, mereka akan mencoba utnuk menggiring Anda ke dalam suatu kesulitan: misalnya ke rumah sakit atau ke penjara!
Jadi, kenapa kita harus mengenali diri kita? Barangkali saya akan bertanya kembali: jika bukan kita sendiri yang mengenali diri kita sendiri, lalu siapa yang lebih mengenali kita sendiri? Sesungguhnya, tujuan dari kita mengenali diri kita sendiri adalah untuk lebih memahami diri sendiri dan menciptakan suatu kesadaran yang kuat dalam diri kita untuk menjalani hidup dan menghadapi berbagai masalah dalam hidup kita ini. Dan akhirnya mengembangkan diri kita menjadi suatu kepribadiaan yang disiplin, yang akan membantu kita menuju ke arah sukses!
Lalu bagaimana caranya utnuk mengenali diri kita sendiri? Banyak sekali cara untuk mengenali diri kita sendiri, saya akan meng-posting-nya di blog ini apabila saya telah mendapatkan informasi-informasi yang berhubungan, baik dari buku-buku psikologi, majalah, serta dari internet. Saya bertujuan untuk membantu Anda untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan menciptakan ketentraman hidup. Saya sendiri juga menginginkan hidup yang sukses dan bahagia. Maka disini kita harus mulai berusaha bersama-sama.
Akhir kata, makin banyak kita mempelajari "diri" yang berbeda-beda, maka makin jarang kita menilai sesuatu hanya berdasarkan "hitam-putih".
Posted by
Words
at
11:12 AM
0
comments
Labels: Pengembangan diri
Melatih Untuk Berpikir Secara Kreatif
SANGATLAH tepat apabila dikatakan bahwa kunci setiap keberhasilan dari suatu usaha, dihasilkan dari pola berpikir yang kreatif. Kata yang sederhana memang, namun memberi hasil yang luar biasa, karena dengan berpikir kreatif, kita bisa menikmati kemajuan teknologi, ekonomi, industri dan bidang lainnya.
Lalu, bagaimana cara kita melatih untuk bisa berpikir kreatif? Berikut ini beberapa tips yang harus menjadi kebiasaan orang agar terbiasa berpikir kreatif.
- Optimis dalam bertindak
Sesuatu yang bisa dilakukan seorang manusia, yakinlah siapapun bisa melakukannya, termasuk diri kita! Mulailah berpikir optimis bahwa sesuatu pekerjaan yang akan dihadapi "pasti" bisa dilakukan dan bukan "mungkin" bisa dilakukan. Pola berpikir seperti itu melatih kita untuk tidak menyerah dan bertanggung jawab untuk harus "bisa" dilakukan. Kita menjadi lebih berani untuk masuk ke dalam suatu tantangan dan melatih memeras otak untuk dapat mewujudkan tekad. - Tinggalkan cara berpikir konservatif
Berani mencoba adalah awal mula keberhasilan. Sesuatu yang tampaknya tidak mungkin, pada kenyataannya akan berbicara lain setelah satu langkah penting; mencoba! Kekhawatiran terhadap suatu perubahan adalah musuh terbesar bagi orang yang berpikir kreatif. Bagi kaum konservatif perubahan adalah tabu, yang menjadikan mereka khawatir mengalami kerugian, bahkan dianggap ancaman, karena telah terbiasa nyaman dan menguntungkan dengan keadaan yang lama. Mulailah berpikir dinamis, inovatif hingga terbiasa dengan pola berpikir yang efisien. Selalulah terbuka terhadap segala macam masukan yang merupakan bahan mentah yang bisa kita olah menjadi sesuatu yang baru, inovatif, dan kreatif.
Jadi tak ada kamusnya bagi orang yang berpikir kreatif harus berdiam diri, tetapi harus proaktif dalam arti menjemput bola dalam menghadapi sesuatu. Berbuat proaktif berarti membuat diri bebas memilih dalam bertindak, tentunya dengan perhitungan yang matang. Cobalah lakukan hal-hal baru yang belum pernah dicoba untuk memperkaya diri kita hingga mendapatkan suatu pengalaman. Terkadang di atas kertas seseorang sulit untuk melakukan hal-hal baru yang belum pernah dicoba atau belum berpengalaman, namun pada kenyataannya lebih banyak yang berhasil melakukannya daripada yang gagal, disebabkan keseriusannya untuk berhasil, tabu untuk meraih kata gagal, dan ini hanya dapat dicapai oleh dukungan pola berpikir yang kreatif! - Hindarkan pola berpikir "gengsi"
Seperti halnya pola pikir konservatif, gengsi adalah penghambat besar untuk orang-orang yang ingin berpikir kreatif. Wajar memang orang merasa malu melakukan hal-hal yang sepertinya bukan merupakan levelnya, namun tentunya kita lebih mengagumi seseorang yang berani action dengan segera dari pada orang yang hanya jalan di tempat sambil menunggu kesempatan menghampiri tanpa berbuat apa-apa hanya karena gengsi melakukan yang dalam pikirannya "malu-maluin" atau sepele. Perlu disadari, sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil atau sederhana.
Teknologi sekarang yang sedemikian canggih, dulunya dimulai dari para penemu-penemu dunia yang pada saat langkah awal mereka terkadang menjadi bahan tertawaan dan cemoohan orang. Bahkan jika kita pelajari biografi para konglomerat dunia, termasuk negeri kita, mereka memulai langkah awal dengan hal-hal yang menurut kita gengsi dilakukan! Jadi perkokoh mental kita untuk tidak gengsi atau malu karena tidak ada yang akan mencibir apabila apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang positif, inovatif, dan kreatif. - Jagalah kuantitas dan kualitas pekerjaan
Sudah saatnya berpikir bahwa suatu pekerjaan atau teknologi akan selalu berubah ke arah yang lebih baik dan efisien. Kita pun yang ingin berpikir kreatif jangan cepat merasa puas dengan hasil yang ada. Kemungkinannya adalah perbaiki cara yang ada dengan yang lebih efisien, walaupun masih memberikan hasil yang sama, namun langkah efisien sudah memberikan poin positif. Kemungkinan lain adalah cara yang efisien memberikan hasil yang lebih baik. Dua kemungkinan yang sama-sama luar biasa. Sebaliknya, semakin cepat merasa puas berarti menutup diri terhadap pekerjaan lain yang dapat memperkaya perkembangan pemikiran, berarti tidak membuka tantangan baru, tidak tertuntut untuk berpikir cerdas dan kreatif.
Cobalah selalu meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil pekerjaan yang ada. Sekecil apapun pekerjaan jangan sekali-kali diabaikan, karena hal itu bisa jadi pendukung mutlak untuk pekerjaan yang besar. Kualitas yang baik mencerminkan keterampilan dalam bekerja, dan bekerja dengan baik mencerminkan kualitas kita dalam berpikir. Semakin tinggi kualitas hasil kerja, semakin tinggi kualitas dalam berpikir.
Selanjutnya, semakin efisien suatu pekerjaan akan mengakibatkan kelonggaran waktu. Sudah saatnya untuk menambah volume pekerjaan, baik dengan pekerjaan yang sama atau kegiatan lain. Keberanian untuk menerima tambahan pekerjaan melatih kita untuk berpikir lebih kreatif dengan lebih meningkatkan daya berpikir. Cobalah untuk tidak mengeluh dengan setumpuk pekerjaan, sebab itu adalah tantangan yang seharusnya sudah diyakini bakal mampu diselesaikan. Yang sedikit bisa ditangani, yang banyak tentu bakalan bisa juga! - Malu bertanya sesat di jalan
Diawali dengan sebuah pertanyaan, manusia berhasil mencapai bulan, membangkitkan listrik, menemukan obat-obatan, membuat senjata yang dahsyat, dan lain sebagainya. Proses bertanya menunjukkan pikiran kita dapat kondisi dinamis. Tanpa disadari benak kita yang dipenuhi pertanyaan adalah saat-saat pola berpikir kritis dan kreatif sedang diuji. Bertanya bukan berarti bodoh, rasa ingin tahu yang besar berarti semakin melatih pikiran untuk menjalin pola-pola masalah yang dipertanyakan menjadi suatu bentuk yang merupakan jawaban. Jadikan bertanya sebagai sarana mengembangkan daya kreativitas pikiran. Dengan bertanya, pemikiran kita akan bertemu dengan pemikiran orang lain yang dapat memperkaya cakrawala berpikir, dan dapat menghilangkan kecerobohan bahwa "pikiran kitalah yang paling benar". - Jadilah pendengar yang baik
Dalam menghadapi kesulitan hidup, semakin kaya seseorang relatif lebih tenang dibandingkan dengan yang serbakekurangan. Kekayaan bukan saja dalam hal harta, namun kekayaan informasi bisa mengalahkan ketenangan si kaya harta. Keterbukaan dalam menerima informasi melatih pikiran untuk merespons suatu masalah berdasarkan konsep-konsep pikiran yang kita miliki. Menjadi pendengar yang baik berarti memahami betul maksud dari informasi yang diterima sehingga memberi kesempatan pada pikiran kita untuk melatih mengolah informasi tersebut dan merespons sesuai dengan yang dikehendaki dunia luar.
Posted by
Words
at
12:34 AM
0
comments
Labels: Pengembangan diri
Friday, March 09, 2007
Lakukanlah Sekarang Juga!
Posted by
Words
at
10:03 PM
0
comments
Labels: Pengembangan diri
Wednesday, March 07, 2007
Tips Pacaran Jarak Jauh
Pasangan semacam ini memang punya tantangan sendiri. Jika kepercayaan dan cinta tak terlalu kuat, hubungan bisa gampang berantakan. Sebelum itu terjadi, baca dulu tips ini:
Zaman sekarang semuanya sudah serba mudah. Walau beda benua, banyak alternatif komunikasi yang bisa ditempuh. Selain telepon, dengan kecanggihan internet ngobrol lewat chatting bisa dilakukan. Mau kirim foto, sampai video semuanya serba mungkin. Apalagi biayanya juga jauh lebih murah. Tak ada lagi alasan untuk tak berkomunikasi. Ada keraguan, kecurigaan, atau perasaan lainnya, utarakan langsung pada sang kekasih. Jangan memendam dan menebak-nebak sendiri.
Percaya dan Sabar
Posted by
Words
at
10:10 PM
0
comments
Labels: Cinta dan Asmara, Semua Tips